detikcom
Selasa, 11/12/2012 17:21 WIB

KPK Sindir Media yang Jarang Liput Aksi Pencegahan Korupsi

Moksa Hutasoit - detikNews
Bambang Widjajanto.
Jakarta - Tiada hari tanpa berita korupsi. Hampir seluruh media massa rutin memberitakan soal korupsi. Namun porsinya lebih banyak soal penindakan dibanding pencegahan yang sebenarnya juga selalu KPK laksanakan.

"Mungkin karena (pencegahan -red) kurang seksi," sindir Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, dalam acara diskusi 'Membangun Karakter Antikorupsi Pemuda Indonesia' Taruna Merah Putih di GOR Bulungan, Blok M, Jaksel, Selasa (11/12/2012).

Menurut analisa Bambang, hampir tiap hari selalu ada kosa kata korupsi dalam setiap pemberitaan. Namun beritanya sebagian besar justru mengenai penindakan.

Sebagai contoh, dituturkan saat ini ada seribuan orang dari KPK, Kejaksaan, Polri dan institusi lain yang didik untuk bisa memberantas korupsi. Namun hal ini tidak mendapat porsi pemberitaan yang memadai.

"Pelaku korupsi terus mempercanggih modus operandi mereka dan selalu saja kemampuan pelaku tersebut justru melebih kemampuan aparat penegak hukum," ujar Bambang.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mok/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%