detikcom
Selasa, 11/12/2012 06:35 WIB

Irjen Anang Iskandar, Dari Tukang Cukur ke Pemberantasan Narkotika

Andri Haryanto - detikNews
Irjen Anang Iskandar
Jakarta - Presiden resmi memilih Irjen Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Goreis Merre yang pensiun di kepolisian terhitung sejak 1 Desember 2012 lalu.

Jenderal bintang dua ini merupakan jebolan Akabri Kepolisian tahun 1982. Sederet jabatan komando pernah dipegang putra kelahiran Mojokerto 8 Mei 1958 lalu, dari pasangan Raunah dan Almarhum Suyitno Kamari, seorang tukang cukur yang biasa menjajakan jasa cukur di depan Losmen Merdeka, Mojokerto. Tak dinyana, kemampuan sang ayah menurun kepada Anang. Sejak kelas empat SD, Anang sudah memegang alat cukur dan ketika menginjak SMA di TNH Mojokerto, Anang difasilitasi seorang guru untuk mencukur anak-anak SD TNH.

Tidak hanya itu, ketika menginjak SMA kelas 3 Anang berguru fotografi kepada guru SMP-nya. Dia juga belajar secara formal seni melukis dari seorang guru. Tiga bekal itulah; cukur, fotografi, dan lukis, yang kelak menjadi modal mantan Kapolres Jakarta Timur itu untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi kelak.

Ayahnya yang hanya tukang cukur sudah mewanti-wanti bila keluarganya tidak mampu untuk membiayai dirinya bila kelak lulus SMA. Memasuki dunia Akabri sebenarnya bukan sasaran utama Anang. Dia lebih memilih Fakultas Peternakan untuk pendidikan perguruan tingginya agar dapat meraih cita-citanya sebagai lurah di kampung halaman.

Bagi lulusan terbaik ketiga diangkatannya, BNN bukan menjadi hal asing bagi Anang. Tahun 2008 Anang dipercaya Kapolri Jendral Sutanto untuk memangku tanggungjawab sebagai Kepala Pusat (Kapus) Pencegahan saat BNN masih berbentuk Pelaksana Harian di bawah koordinasi Polri. Di sinilah bintang yang melekat dipundaknya diberikan kepada Anang.

Seiring dengan perjalanan karirnya di BNN, Anang dipercaya untuk memegang tanggungjawab sebagai Direktur Advokasi di Deputi Pencegahan BNN. Oktober 2011, karirnya meroket dan dipercaya kembali memegang tanggungjawab di wilayah. 28 Oktober 2011, Anang dipercaya memimpin Kepolisian Daerah Jambi.

Tujuh bulan menjalankan amanat menjadi Kapolda Jambi, Anang ditarik ke Mabes Polri dengan beban baru, Juli 2012 Anang resmi menggantikan Irjen Saud Usman Nasution yang menjabat Kadiv Humas Polri. Pangkat bintang satu yang disandangnya pun bertambah. Namun, tugasnya itu tidak berjalan lama, dua bulan kemudian Anang kembali diangkat menjadi Gubernur Akpol menggantikan Irjen Djoko Susilo yang tersandung kasus dugaan korupsi simulator SIM Korlantas Polri.

Selain piawai dalam seni mencukur, fotografi dan melukis, Anang juga ternyata memiliki hobi lainnya, yaitu nge-blog. Di laman blog yang dimilikinya, sederet cerita pribadi sampai dengan suka duka selama berdinas dipaparkan jenderal bintang dua ini.

Berikut perjalanan karir kepolisian Irjen Anang Iskandar:

1. Wakapolsek Denpasar Kota
2. Kapolsek Denpasar Selatan
3. Kapolsek Kuta Bali
4. Dan KP3 BIA Ngurah Rai Bali
5. Perwira Siswa PTIK
6. Kasat Serse Tangerang Polda Metro Jaya
7. Kapolsek Pancoran Jakarta Selatan
8. KA Unit VC Sat Serse Umum Dit Serse Polda Metro Jaya
9. Paban Muda Binkar Spers ABRI
10. Perwira Siswa Sespim Polri
11. Sesdit Bimas Polda Bengkulu
12. Paban Madya Binkar Spers ABRI
13. Kapolres Blitar Polda Jawa Timur
14. Kapolres Kediri Polda Jawa Timur
15. Kepala Sekolah Polisi Negara Mojokerto Polda Jawa Timur
16. Kepala Sekolah Polisi Negara Lido Polda Metro Jaya
17. Kapolres Metropolitan Jakrta Timur
18. Peserta Sespati Angkatan IX
19. Kapolwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur
20. Kapus Cegah Lakhar BNN
21. Dir Advokasi Deputi Cegah BNN
22. Kapolda jambi
23. Kadiv Humas Polri
24. Gubernur Akademi Kepolisian

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%