Detik.com News
Detik.com
Senin, 10/12/2012 17:20 WIB

Pilkada Bangkalan

Truk Logistik Surat Suara Pilkada Bangkalan Dikawal Ketat Polisi

Zainal Effendi - detikNews
Truk Logistik Surat Suara Pilkada Bangkalan Dikawal Ketat Polisi Foto: detiksurabaya
Bangkalan, - Logistik Pilkada Bangkalan terdiri dari kotak dan surat suara mulai didistribusikan ke 18 kecamatan. Pendistribusian dilakukan dengan pengawalan super ketat oleh polisi.

Dari pantauan detiksurabaya, Senin (10/12/2012), pendistribusian dilakukan sejak pukul 15.30 WIB. Sebelumnya pengangkutan kotak dan surat suara sudah dilakukan sejak siang tadi atau setelah polisi memukul mundur massa.

Tetapi pengangkutan logistik sempat terhenti saat massa mulai melakukan kerusuhan lagi. Sore hari atau saat situasi sudah kondusif, proses pendistribusian dimulai kembali.

Truk pengakut logistik setidaknya mendapat pengawalan 4 mobil polisi dengan 30 personel bersenjata laras panjang di dalamnya. Urut-urutannya, mobil patroli berada di depan.

Urutan kedua adalah pasukan Sabhara di dalam mobil Isuzu Elf. Truk pengakut logistik berada di urutan ketiga. Di belakang truk atau urutan keempat ada truk brimob dan yang berada di urutan terakhir atau deretan ke lima adalah mobil patroli terbuka dengan 6 personel di belakangnya.

Pengamanan di tempat penyimpanan logistik akan dikawal oleh para personel tersebut dibantu pesonel Polsek setempat. Hingga pukul 16.30 WIB, sudah ada 10 kecamatan yang logistiknya sudah didistribusikan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ze/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%