Senin, 10/12/2012 16:03 WIB

Ini Anak Bupati Bangkalan Berusia 26 Tahun yang Ingin Gantikan Ayahnya

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Makmun Ibnu Fuad/Facebook
Jakarta - Bupati Bangkalan Madura, Fuad Amin tak lagi bisa maju Pemilihan Bupati Bangkalan. Sang anak yang baru berusia 26 tahun, Makmun Ibnu Fuad maju di Pilbup Bangkalan. Apa motivasinya?

"Motivasi saya mencalonkan Bupati Bangkalan karena hingga kini masih banyak pekerjaan rumah untuk membangun Kota Bangkalan. Saya kira, sejauh ini kita masih punya PR untuk melanjutkan memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan," kata Makmun di laman facebooknya, seperti dikutip detikcom, Senin (10/12/2012).

Di Pilbup Bangkalan nanti, Makmun akan berpasangan dengan Mondir A Rofii dengan nomor urut 3. Dia didukung oleh 9 parpol yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD), PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, Hanura, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Golkar.

Di usia yang masih belia ini Makmun berharap bisa memajukan Bangkalan. Meneruskan program yang belum diselesaikan ayahnya yang sudah menjabat Bupati Bangkalan dua periode.

"Sejauh ini di bawah kepemimpinan RKH Fuad Amin, Kota Bangkalan mulai merangkak menjadi daerah otonom yang diperhitungkan. Buktinya, selama sepuluh tahun itu, Kota Bangkalan telah meraih berbagai penghargaan," ujar Makmun membanggakan orang tuanya.

Di laman facebooknya tersebut Makmun menulis dia lulus SMAN 2 Surabaya tanpa menyertakan lulusan tahun berapa. Dia saat ini menjabat Ketua Yayasan Syaikhkhona Kholil Bangkalan.

Pemilihan Bupati Bangkalan mulai ramai setelah pasangan nomor urut 1 yakni KH Imam Buchori-Rh Zainal Alim (Imam-Zain) dicoret oleh KPUD Bangkalan, karena adanya keputusan PTUN. Putusan PTUN Surabaya menegaskan pengurus PPN yang mengusung Imam-Zain dinyatakan cacat hukum, dikarenakan pengangkatannya melanggar AD ART partai. Situasi lebih mudah untuk ananda sang Bupati.

Namun pendukung Imam-Zain kemudian menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Mereka mengancam akan memboikot jembatan Suramadu. Meskipun polisi berhasil mengamankan situasi. Pada hari ini, H-2 sebelum Pemilihan Bupati Bangkalan, pendukung Imam-Zain juga hendak menghalangi pembagian logistik pemilu, namun aparat yang bergerak cepat bisa mengamankan situasi. Bahkan, aksi pendukung Imam-Zain ini berujung bentrok.

Ada hal menarik dalam Pilbup Bangkalan kali ini. Lantaran KPUD Bangkalan sudah terlanjur mencetak kertas suara, maka dalam Pilbup 12 Desember nanti KPUD akan mencoret pasangan nomor 1 agar tidak dipilih karena namanya sudah dicoret sebagai tindaklanjut putusan PTUN. Hingga kini pendukung Imam-Zain belum menerima keputusan KPUD.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%