detikcom
Sabtu, 08/12/2012 17:21 WIB

Gantikan Gories Merre, Irjen Anang Iskandar Akan Dilantik Selasa

Baban Gandapurnama - detikNews
Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna menegaskan jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) akan diserahterimakan pada Selasa (11/12). Posisi itu diisi Irjen Pol Anang Iskandar menggantikan Komjen Pol Gories Merre.

"Insya Allah hari Selasa serah terima (jabatan)," ungkap Nanan saat ditemui disela-sela acara ulangtahun Harley Owners Grup (HOG) ke-14 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (8/12/2012).

Yang jelas, Anang Iskandar menjadi Kepala BNN setelah namanya disodorkan Polri ke presiden. Keppresnya pun sudah ditandatangani.

Sebelumnya Gories sudah menyampaikan bahwa penggantinya Anang Iskandar. Gories sudah memasuki masa pensiun pada Desember ini.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%