Detik.com News
Detik.com
Jumat, 07/12/2012 16:29 WIB

Usai Gempa 7,3 SR, Tsunami Setinggi 1 Meter Melanda Jepang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Usai Gempa 7,3 SR, Tsunami Setinggi 1 Meter Melanda Jepang Ilustrasi (dok smartgirl.org)
Tokyo, - Gelombang tsunami setinggi satu meter melanda wilayah pantai timur Jepang. Tsunami ini terjadi menyusul gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang melanda negeri Sakura itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/12/2012), tsunami tersebut menerjang kota Ishinomaki, kota di prefektur Miyagi yang rusak parah diterjang tsunami dahsyat pada Maret 2011 lalu.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban maupun kerusakan akibat gempa dan tsunami ini.

Gempa yang mengguncang Jepang kali ini merupakan gempa bawah laut dengan kedalaman 36 kilometer di bawah laut.

Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada sekitar 284 kilometer sebelah timur Sendai atau 459 kilometer timur laut Tokyo. Gempa ini menyebabkan gedung-gedung di ibukota Jepang, Tokyo bergoyang-goyang keras. Gempa ini telah memicu peringatan tsunami lokal.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%