detikcom
Kamis, 06/12/2012 15:14 WIB

Kurikulum Ganti Terus, Mendikbud: Tak Boleh Berhenti Melakukan Perubahan

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Kurikulum pendidikan di Indonesia sudah sering berganti dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Sebentar lagi, kurikulum baru akan diterapkan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengungkapkan bahwa perubahan tersebut adalah suatu keniscayaan.

"Kita tidak boleh berhenti melakukan perubahan. Misalnya, dulu ada CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), apa yang menyebabkan itu harus berubah? Kita tidak boleh terjebak pada kesalahan zaman dulu," kata Nuh ketika menyampaikan kemajuan pembahasan kurikulum 2013 di Kantor Kemendikbud, Jalan Jend Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2012).

Nuh menyampaikan bahwa perubahan kurikulum akan terus terjadi demi menyesuaikan dunia pasar. Ini agar tercipta link and match antara dunia akademis dan dunia kerja.

"Kalau masalah berubah lagi, saya jamin besok 10-15 tahun ke depan berubah lagi. Ada yang bilang pendidikan kita tidak boleh mengikuti pasar, tapi nanti kalau banyak lulusan nganggur, nanti kita dimarahin," ujar Nuh.

Nuh mengungkapkan bahwa pro-konta dalam perubahan kurikulum merupakan sesuatu yang wajar. Ketidaksetujuan yang ada dia anggap sebagai pelengkap proses pembahasan yang harus terus berjalan.

"Prinsip kami seperti air sungai mengalir ke utara, pastilah di pinggir sungai ada aliran ke selatan melawan arus. Bahasa politiknya fenomena paradoksal. Itu bagian dari kelengkapan kesempurnaan hidup. Tapi pandangan kami, air tetap harus mengalir," jelas Nuh sambil beranalogi.

Kamis depan (13/12/2012), rencananya Kemendikbud akan mengadakan rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR membahas kurikulum 2013. Nuh menyatakan siap menerima suara tidak setuju.

"Di DPR ada yang tidak setuju, ya nggak apa-apa. Kurikulum itu kan wilayahnya pemerintah (bukan wilayah DPR-red), tapi ya silakan berikan pendapat. Kamis depan kita akan rapat dengan Panja, kita akan sampaikan pandangan yang ada," ujar M Nuh.

Mendikbud juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan saran lewat website resmi Kemendikbud. Laporan terbaru menyebutkan, tercatat sudah 1.332 orang yang memberikan komentar mengenai kurikulum 2013 yang sedang dibahas.

"Sampai tanggal 5 kemarin (5/12/2012), yang mengakses kurikulum 2013 kemendikbud.go.id sudah 15.118. Dan yang sudah memberi komentar, sampai sekarang sudah 1.332 orang. Apapun sarannya, saya ucapkan terima kasih," pungkasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%