detikcom

Kamis, 06/12/2012 14:45 WIB

Foto Bugil akan Disebar Eks Pacar, Siswi SMA Lapor Polisi

Taufik Wijaya - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Palembang - Tidak tahan karena selalu diteror eks pacar, seorang siswi SMA di Palembang melapor ke polisi. Dalam terornya, sang mantan pacar menyatakan akan menyebarkan foto bugil siswi tersebut jika permintaannya tak dituruti.

"Ya, benar adanya laporan tersebut. Saat ini kita tengah mengambil keterangan dari si pelapor, mengumpulkan bukti-bukti," kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova yang dihubungi detikcom, Kamis (6/12/2012).

Siswi berusia 17 tahun itu mendatangi SPKT Polda Sumsel, Selasa (4/12/2012). Dia melaporkan AK (24), mantan pacarnya, karena mengancam akan menyebarkan foto bugilnya.

Berdasarkan laporan korban bernomor LPB/829/XII/2012/SPKT Polda Sumsel, peristiwa tersebut bermula ketika AK yang kala itu masih menjadi pacar korban meminta foto bugil sang pacar. Entah karena rasa cinta yang luar biasa atau hal lain, korban mau-mau saja mengirimkan foto bugilnya ke AK dengan menggunakan MMS pada Oktober 2012 lalu.

Tak lama kemudian hubungan kasih mereka putus. Lalu, karena tidak terima, AK mengancam korban menyebarkan foto bugilnya bila tidak menuruti permintaannya seperti memberikan uang.

Cemas dan takut dengan ancaman tersebut, korban kemudian mengadukan persoalan ke keluarganya dan mereka pun sepakat melapor ke Polda Sumsel.

"Setelah mendapatkan bukti-bukti, baru kita memanggil AK buat dimintai keterangan," ujar Djarod.



Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tw/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
70%
Kontra
30%