detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 05/12/2012 17:13 WIB

Iran Suruh AS Hitung Ulang Pesawat Mata-matanya

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Press TV
Teheran - Angkatan bersenjata Iran atau yang biasa disebut Garda Revolusioner Iran meminta militer Amerika Serikat (AS) untuk menghitung ulang jumlah pesawat mata-matanya. Hal ini menanggapi penyangkalan AS atas klaim Iran yang berhasil 'menangkap' pesawat tanpa awak AS yang terbang di atas wilayahnya.

"Penangkapan pesawat mata-mata ini bukanlah isu yang bisa dibantah dengan mudah oleh AS," ujar juru bicara Garda Revolusioner Iran, Brigadir Jenderal Ramezan Sharif seperti dilansir AFP, Rabu (5/12/2012).

"Saya menyarankan komandan militer AS untuk menghitung kembali jumlah pesawat mata-mata mereka dengan akurat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Iran menyatakan pihaknya telah berhasil meretas data rahasia yang ada di dalam pesawat tanpa awak tersebut. Menurutnya, pesawat tersebut tengah menjalankan misi pengintaian di atas markas militer Iran dan pusat industri minyak Iran.

"Kami telah mengambil data dari dalam pesawat tanpa awak...data itu menunjukkan apa yang sebenarnya sedang dicari oleh AS di wilayah Iran. Pesawat tanpa awak tersebut bertugas mengumpulkan data intelijen dari militer Iran dan juga dari sektor energi Iran, khususnya pangkalan minyak Iran," jelas Sharif tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Ditambahkan Sharif, informasi lebih lanjut akan dirilis oleh otoritas Iran jika memang diperlukan. Selain itu, Sharif juga menyatakan keyakinannya bahwa AS nantinya akan mengakui klaim Iran soal pesawat tanpa awak tersebut.

"Cepat atau lambat, Amerika akan mengkonfirmasi bahwa pesawat tanpa awak mereka memang telah kami tangkap," tandasnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%