detikcom
Rabu, 05/12/2012 11:48 WIB

Tabrakan Beruntun di Tol JORR, Macet 6 Km

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Bagi anda yang hendak menuju Kampung Rambutan melalui Tol JORR dari arah Pondok Indah hendaknya melewati jalur lain. Sebab, telah terjadi kecelakaan beruntun yang menyebabkan antrean kendaraan di ruas tol tersebut sepanjang 6 kilometer.

"Dari Pondok Indah padat kisaran Fatmawati menuju Lenteng Agung di KM 29 Tol Kampung Rambutan," kata petugas Jasa Marga, Ika, pada detikcom, Rabu (5/12/2012).

Ika menjelaskan terpantau kepadatan kendaraan dari KM 29 hingga KM 23 dengan kecepatan rata-rata 5-10 kilometer per jam. "Kepadatan mengekor sampai Fatmawati KM 23, jadi sekitar 6 kilometer," ujar Ika.

Kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 29 saat ini masih dalam proses evakuasi. Identitas dan jumlah kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini sendiri masih belum didapatkan.

"Kepadatan karena ada kecelakaan beruntun setengah jam lalu, sekitar pukul 11.15 WIB. Belum ada informasi masuk penyebab dan identitas serta jumlah kendaraannya," ujar Ika.

Saat ini sejumlah petugas telah turun di lokasi kejadian untuk memperlancar arus kendaraan. Sebagian kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun ini pun berada di lajur paling kiri.

"Informasi sedang dilakukan penanganan oleh PJR dan petugas terkait. Posisi mobil di lajur satu paling kiri, tapi posisi terakhir belum diketahui," ujar Ika yang meminta pengguna jalan lainnya untuk menghindari sementara Tol Kampung Rambutan hingga lalu lintas kembali lancar.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(vid/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%