Detik.com News
Detik.com
Selasa, 04/12/2012 18:29 WIB

Irjen Benny Mamoto Juga Masuk Masuk Bursa Kepala BNN

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Irjen Benny Mamoto Juga Masuk Masuk Bursa Kepala BNN
Jakarta - Irjen Benny Josua Mamoto merupakan nama dari sederet personel Badan Narkotika Nasional (BNN) yang cukup menonjol. Dia sempat disebut-sebut menjadi salah satu nama yang masuk bursa Kepala BNN dari lingkungan internal.

Putra kelahiran tanah Minahasa ini merupakan lulusan Akabri tahun 1977. Sejak lulus, pegiat kebudayaan di Sulawesi Utara ini sudah diterjunkan ke satuan narkotika di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dalam setiap operasi Benny selalu memimpin personel penindakan dan pengejaran, dari mulai penangkapan pilot maskapai swasta yang tertangkap basah nyabu, lapas ke lapas, hingga mengungkap ladang ganja di Mandailing Natal.

Yang paling menohok adalah pengungkapan ladang ganja seluas 157 hektare di Lamteuba, Aceh Besar, yang merupakan ladang ganja terbesar, mengalahkan temuan ladang ganja di California seluas 122 hektare.

Lalu pengungkapan kasus 1,4 juta butir ektasi yang melibatkan oknum intelijen militer. Teranyar adalah pengungkapan beberapa terpidana mati yang mengendalikan bisnis haram di balik penjara.

Namun, perwira tinggi yang sempat berkecimpung di Satgas Antiteror dan terjun langsung dalam pembebasan sandera di Filipina ini tampaknya akan terkendala masalah usia.

Saat ini Benny yang turut dalam pengejaran tersangka kasus BLBI ke Los Angeles dan Singapura menduduki posisi strategis di Deputi Penindakan yang membawahi Direktorat Narkotika Alami, Sintesa, dan Tindak-Kejar.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%