detikcom
Senin, 03/12/2012 20:09 WIB

Gugatan Praperadilan Kalah, Kejagung: Berkas 5 Tersangka Chevron Sudah P21

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan berkas untuk 5 tersangka pada dugaan korupsi di proyek bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sudah dinyatakan lengkap atau P21. Menurut Kejagung, berkas sudah dinyatakan lengkap sejak pekan lalu.

"5 dari 7 tersangka kasus Chevron berkasnya sudah P21. Berdasar surat No 141/F/F.D.1/11/2012 tertanggal 30 November 2012. Sudah memenuhi syarat formil dan materiil," ujar Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi, saat dikonfirmasi, Senin (3/12/2012).

Menurut Untung dari ketujuh tersangka itu ada dua yang berkasnya dinyatakan belum lengkap. Dua tersangka tersebut adalah General Manager SLS Operation, Bachtiar Abdul Fatah dan GM SLN Operation, Alexiat Tirtawidjaja. Khusus untuk Alexiat hingga saat ini belum bisa dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan sudah pindah tugas ke California, AS, dan saat ini sedang menunggui suaminya yang menderita sakit.

"Untuk Bachtiar itu karena jaksa mengajukan banding," terang Untung.

Sementara itu saat ditanyai apakah putusan praperadilan yang memutuskan bahwa penahanan dan penetapan para tersangka itu tidak sah, memaksa Kejagung untuk menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru, Untung menolak untuk menjawabnya. Juga termasuk dengan status keempat pegawai Chevron saat ini apakah masih sebagai tersangka atau tidak.

"Ya itu nanti akan ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal itu,"

Sebelumnya empat pegawai Chevron yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek bioremediasi di Chevron mengajukan gugatan praperadilan, gugatan ini dilaksanakan di PN Jakarta Selatan. Dalam putusannya, hakim mengabulkan sebagian permohonan keempat tersangka tersebut. Hakim menyebutkan, penahanan dan penetapan tersangka yang dilakukan oleh Kejagung tidak sah, karena tidak memenuhi bukti permulaan yang cukup.

Keempat pegawai Chevron yang mengajukan gugatan tersebut adalah Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS) Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau Widodo, Team Leader SLS Migas Kukuh Kertasafari, dan General Manager SLS Operation Bachtiar Abdul Fatah. Keempatnya telah dibebaskan dari tahanan.

Tujuh orang tersangka yang sudah ditetapkan oleh Kejagung terkait kasus itu adalah Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS), Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau, Widodo, Team Leader SLS Migas, Kukuh Kertasafari, General Manager SLN Operation, Alexiat Tirtawidjaja, dan General Manager SLS Operation, Bachtiar Abdul Fatah. Seementara dari pihak perusahaan di luar PT CPI ada Direktur Utama Sumigita Jaya, Herlan dan Direktur PT. Green Planet Indonesia, Ricksy Prematuri.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(riz/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%