detikcom
Senin, 03/12/2012 14:43 WIB

Jokowi-Ahok Disindir: Jangan Cuma Marah di Youtube & Kejar Popularitas

Ahmad Juwari - detikNews
Jakarta - Gaya kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat sindiran dari pimpinan DPRD DKI Jakarta. Keduanya disarankan lebih fokus membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama DPRD yang hingga saat ini belum disepakati.

"Jangan cuma marah-marah di Youtube atau mengejar popularitas saja," sindir Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2012).

Menurutnya masih ada beberapa program Jokowi-Ahok yang hingga saat ini alokasi anggarannya belum bisa disepakati oleh DPRD. Program tersebut adalah pembangunan jalan layang non-tol, pembangunan kampung deret, peremajaan bus kota serta Kartu Jakarta Sehat (KJS). Dia berharap agar pembahasan program-program tersebut dapat diselesaikan dengan cepat.

"Untuk kampung deret itu landasan hukumnya gimana, payung hukumnya mana, itu tanah milik siapa, apakah ada sertifikatnya? Harus ada detailnya dong. Selain itu untuk KJS yang dulu untuk satu juta orang anggarannya Rp 1,1 triliun, kalau sekarang dengan rencana meng-cover 4,7 juta orang dananya Rp 1,2 triliun apa cukup? Jadi mari dibicarakan agar cepat selesai," ucap Inggard.

Jokowi memang sangat populer di kalangan warga DKI. Setiap kali Jokowi melakukan kunjungan kerja, masyrakat selalu penuh mengerubungi Jokowi dan meminta berfoto. Jokowi pun dengan sabar melayani permintaan para warga tersebut. Terakhir pada Sabtu (1/12/2012) lalu, Jokowi melakukan nonton bareng dengan ratusan warga di Manggarai, Jakarta Selatan. Dia juga membagi-bagikan hadiah berupa bola dan sepeda kepada anak-anak yang bisa menjawab yang dia ajukan.

Sementara itu, rekaman Ahok yang sedang marah-marah kerap kali terekam dalam video yang di-upload Pemrov DKI ke Youtube. Nada tinggi Ahok bisa disaksikan saat dia memimpin rapat dengan Dinas PU dan Badan Penanaman Modan dan Perizinan (BPMP) DKI. Selain itu saat melakukan sidak ke SMA Unggulan MH Thamrin, Jakarta Timur Ahok juga sempat memarahi kepala sekolah SMA tersebut. Ahok menyebutkan alasan marah-marah karena dia merasa ada pemborosan anggaran yang dilakukan oleh institusi-institusi tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(riz/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close