detikcom

Senin, 03/12/2012 10:52 WIB

Tak Ada Korban WNI Dalam Tragedi Terowongan Ambruk di Jepang

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Terowongan jalan raya di Jepang ambruk hari Minggu (2/12) pagi kemarin. Hingga hari ini, sembilan orang dinyatakan telah tewas akibat peristiwa itu. Namun dari korban yang ditemukan, tidak ada warga negara Indonesia.

Kedutaan Besar RI di Tokyo mendapat konfirmasi bahwa tidak adanya korban WNI dalam kecelakaan runtuhnya ruas terowongan Sasago dalam jalur Chuo Expressway di Jepang.

"Konfirmasi ini diperoleh oleh KBRI Tokyo kepada kami Senin pagi ini", ujar Direktur Informasi dan Media Kemlu, P L E Priatna dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (3/12/2012).

Terkait korban jiwa, Priatna mengatakan menurut keterangan yang diperoleh KBRI dari Kepolisian Jepang, tercatat ada sembilan orang korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan.

Terowongan Sasago terletak sekitar 80 KM sebelah Barat Tokyo (menuju Gunung Fuji dan Nagoya) dan terbentang sepanjang 4,7 km. Bagian terowongan yang runtuh berjarak sekitar 2 KM dari pintu keluar menuju Tokyo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%