Senin, 03/12/2012 08:25 WIB

Anas: Selamat pada PKB & Bang Haji Rhoma

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum tak mau latah ikut gerak PKB yang mulai memunculkan capres. Ya, PKB memang sudah resmi menobatkan raja dangdut Rhoma Irama sebagai Capres. Menurut Anas, PD lebih fokus menyukseskan pemerintahan SBY.

"Selamat kepada PKB dan Bang Haji. Semoga berhasil. Demokrat nanti saja. Tunggu tanggal mainnya," kata Anas saat dimintai tanggapannya soal pencapresan Rhoma oleh PKB, Senin (3/12/2012).

Anas yakin, PD tak akan tertinggal dengan gerak politik PKB untuk 2014. Pastinya, selain menyukseskan pemerintahan SBY, PD juga fokus pada konsolidasi kader.

"Saya yakin tidak akan ketinggalan kereta. Bagi Demokrat yang utama sekarang adalah suksesnya Pemerintahan Presiden SBY dan makin terkonsolidasinya seluruh barisan kekuatan kader," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengumumkan partainya melirik Rhoma Irama sebagai kandidat calon presiden di Restoran Al Jazirah, Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi. "Saya yakin kandidat dari PKB adalah Bang Haji," tutur Muhaimin.

Muhaimin juga menegaskan keyakinannya bahwa Rhoma adalah capres dari PKB. PKB akan mengadakan pembicaraan lanjutan terkait pencapresan sang raja dangdut yang dikenal identik dengan ungkapan "sungguh terlalu" ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%