detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 14:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 30/11/2012 11:08 WIB

Masa Penahanan Sudah Habis, Saksi Kunci Simulator SIM Masih Ditahan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Saksi kunci kasus Simulator SIM, Sukotjo Bambang, masih ditahan di Rutan Kebon Waru, Bandung. Padahal masa penahanan Sukotjo untuk kasus penggelapan, dalam statusnya sebagai terdakwa, sudah habis.

Masa penahanan Sukotjo habis terhitung sejak 25 November 2012. Namun hingga saat ini, Sukotjo belum juga dibolehkan keluar tahanan.

Kuasa hukum Sukotjo, Erick S Paat, mengaku akan segera menjemput kliennya itu. "Masa penahanannya sudah habis, saya akan jemput dia nanti. Dia harus dikeluarkan demi hukum," kata Erick kepada detikcom, Jumat (30/11/2012).

Masa penahanan yang dimaksud untuk kasus penggelapan atas laporan Budi Susanto. Di tingkat pertama, Sukotjo sudah divonis 3,5 tahun. Putusan itu diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Bandung selama 3 tahun 10 bulan.

Kasus ini kemudian berlanjut ke tingkat kasasi MA. Karena belum ada putusan dari MA hingga masa penahanan kedua sudah habis, Sukotjo pun harus dibebaskan.

"Masa penahanan perpanjangan kedua dari MA telah berakhir. Sedangkan putusan dari MA, saya belum dapat," tandasnya.

Erick berjanji akan membawa kasus ini kepada Komnas HAM hingga KY. Pasalnya telah terjadi perampasan hak terhadap Sukotjo.

"Saya akan lapor ke Komnas HAM dan KY," tutup Erick yang mengaku akan menjemput Sukotjo pukul 14.00 WIB.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mok/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%