detikcom
Jumat, 30/11/2012 11:08 WIB

Masa Penahanan Sudah Habis, Saksi Kunci Simulator SIM Masih Ditahan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Saksi kunci kasus Simulator SIM, Sukotjo Bambang, masih ditahan di Rutan Kebon Waru, Bandung. Padahal masa penahanan Sukotjo untuk kasus penggelapan, dalam statusnya sebagai terdakwa, sudah habis.

Masa penahanan Sukotjo habis terhitung sejak 25 November 2012. Namun hingga saat ini, Sukotjo belum juga dibolehkan keluar tahanan.

Kuasa hukum Sukotjo, Erick S Paat, mengaku akan segera menjemput kliennya itu. "Masa penahanannya sudah habis, saya akan jemput dia nanti. Dia harus dikeluarkan demi hukum," kata Erick kepada detikcom, Jumat (30/11/2012).

Masa penahanan yang dimaksud untuk kasus penggelapan atas laporan Budi Susanto. Di tingkat pertama, Sukotjo sudah divonis 3,5 tahun. Putusan itu diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Bandung selama 3 tahun 10 bulan.

Kasus ini kemudian berlanjut ke tingkat kasasi MA. Karena belum ada putusan dari MA hingga masa penahanan kedua sudah habis, Sukotjo pun harus dibebaskan.

"Masa penahanan perpanjangan kedua dari MA telah berakhir. Sedangkan putusan dari MA, saya belum dapat," tandasnya.

Erick berjanji akan membawa kasus ini kepada Komnas HAM hingga KY. Pasalnya telah terjadi perampasan hak terhadap Sukotjo.

"Saya akan lapor ke Komnas HAM dan KY," tutup Erick yang mengaku akan menjemput Sukotjo pukul 14.00 WIB.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%