detikcom
Rabu, 28/11/2012 15:32 WIB

Habibie: Guru Terbesar Saya Is My Brain, Soeharto Cuma Asisten

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Mantan Presiden RI ke 3 BJ Habibie, terkenal akan kepintaran dan kehebatannya dalam dunia teknik. Saking jeniusnya, Habibie pernah membuat pesawat buatan dalam negeri yang diberi nama Gatot Kaca.

Dalam pengakuannya Habibie menjelaskan bahwa guru terbesarnya adalah otak-nya. Tetapi siapa sangka, jika asisten guru terbesar BJ Habibie adalah mantan Presiden RI ke 2, Soeharto.

"Guru terbesar saya is my brain, sementara kalau Pak Harto termasuk asisten guru besar dalam otak saya," ucap Habibie dalam acara bedah buku Hari Ulang Tahun Habibie Center di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Dalam bedah bukunya, Habibie juga bercerita tentang kedekatan dia dengan Soeharto. Habibie juga mengaku banyak belajar dari gaya kepemimpinan Soeharto.

"Saya memang belajar cara kepemimpinan Jawa dari Pak Harto, ibu saya juga orang Jawa," ujar Habibie.

Selain berbicara soal Soeharto, mantan Menristek orde baru ini juga banyak belajar dari pejabat militer. Salah satunya belajar dari mantan Panglima TNI (dulu Panglima ABRI) Wiranto.

"Termasuk Pak Wiranto sebelum saya memimpin kabinet. Saya menelepon Wiranto untuk melaksanakan kebebasan pers," papar Habibie.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(rvk/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%