Rabu, 28/11/2012 04:15 WIB

Laporan dari Kairo

Bertemu Mahasiswa di Mesir, Komisi I Ditanyai Uang Saku Hingga RUU Kamnas

Ahmad Toriq - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ahmad Thoriq/detikcom
Jakarta - Salah satu agenda Komisi I DPR dalam kunjungan ke Gaza adalah mengunjungi KBRI Mesir. Dalam kunjungannya, Komisi I DPR juga bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir. Saat tanya jawab, mereka ditanyai soal agenda kunjungan kerja ke luar negeri hingga RUU Kamnas.

Usai bertemu parlemen Mesir, Selasa (27/11/2012), Komisi I DPR, pada hari yang sama, berkunjung ke KBRI Mesir di Kairo. Di KBRI, delegasi Komisi I DPR dijamu makan siang oleh Dubes Indonesia untuk Mesir Nurfaizi Suwandi. Pada malam harinya delegasi kemudian bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang ada di Kairo.

Ada puluhan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan dengan Komisi I DPR. Para mahasiswa itu tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo.

Pada dasarnya mahasiswa Indonesia di Mesir mendukung kunjungan Komisi I DPR ke Gaza. Namun dalam sesi tanya jawab, ada salah satu mahasiswa bernama Abdul Ghofur yang bertanya mengenai uang saku anggota dewan dalam kunjungan ke Gaza kali ini.

"Berapa biaya yang diperlukan untuk kunjungan ke luar negeri dan uang saku bagi anggota DPR?" tanya Ghofur.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq yang memimpin delegasi menjawab pertanyaan tersebut. Dia menerangkan bahwa aturan kunjungan kerja DPR diatur oleh Menteri Keuangan.

"DPR di dalam penganggarannya mengacu pada aturan keuangan yang dibuat Menteri Keuangan. Jadi dia tidak mengatur dirinya sendiri, kita anggota tidak mengurus anggaran tapi diurus oleh komisi. Tiket bagi anggota dewan, standar Menteri Keuangan adalah tiket bisnis. Akomodasi hotel standarnya bintang lima. Uang insentif harian, ini berbeda-beda tergantung negara tujuan. Untuk Mesir, termasuk hotel, lokal transport, komunikasi itu US$ 212 per hari per anggota," papar Mahfudz.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%