detikcom
Selasa, 27/11/2012 19:57 WIB

Jadi Tersangka Korupsi APBD, Eks Sekda Tanjungpinang Ditahan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Mantan Sekda Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ditahan pihak kejaksaan setempat. Ini sehubungan dugaan korupsi dana APBD senilai Rp1,1 miliar.

Penahanan ini dilakukan, Selasa (27/11/2012) sore hari setelah tim Kejari Tanjungpinang lebih dulu melakukan pemeriksaan kesehatan. Mantan Sekda Pemkot Tanjungpinang, Gatot Winoto kini resmi menjadi tahanan ke jaksaan.

Selain mantan Sekda, dua tersangka kasus korupsi lainnya juga turut ditahan. Keduanya adalah, mantan penata keuangan Pemkot Tanjungpinang, Muhammad Yamin dan Kepala Bendahara Muhammad Rasid.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tanjungpinang, Maruhum mengatakan kepada wartawan, penahan ini setelah ada keterangan medis ketiganya dinyatakan sehat.

"Mereka kita tahan untuk mempermudahnya penyidikan dugaan korupsi," kata Maruhum.

Ketiga terlibat kasus korupsi dana APBD pada tahun 2010 lalu. Kasus ini sebenarnya pengembangan dari staf Pemkot Tanjungpinang bernama Aidil yang lebih dulu divonis 5 tahun penjara. Dari keterangan terpidana di pengadilan, bahwa dia juga memberikan uang korupsi itu kepada tiga pejabat tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%