detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 27/11/2012 19:57 WIB

Jadi Tersangka Korupsi APBD, Eks Sekda Tanjungpinang Ditahan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Mantan Sekda Pemkot Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ditahan pihak kejaksaan setempat. Ini sehubungan dugaan korupsi dana APBD senilai Rp1,1 miliar.

Penahanan ini dilakukan, Selasa (27/11/2012) sore hari setelah tim Kejari Tanjungpinang lebih dulu melakukan pemeriksaan kesehatan. Mantan Sekda Pemkot Tanjungpinang, Gatot Winoto kini resmi menjadi tahanan ke jaksaan.

Selain mantan Sekda, dua tersangka kasus korupsi lainnya juga turut ditahan. Keduanya adalah, mantan penata keuangan Pemkot Tanjungpinang, Muhammad Yamin dan Kepala Bendahara Muhammad Rasid.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tanjungpinang, Maruhum mengatakan kepada wartawan, penahan ini setelah ada keterangan medis ketiganya dinyatakan sehat.

"Mereka kita tahan untuk mempermudahnya penyidikan dugaan korupsi," kata Maruhum.

Ketiga terlibat kasus korupsi dana APBD pada tahun 2010 lalu. Kasus ini sebenarnya pengembangan dari staf Pemkot Tanjungpinang bernama Aidil yang lebih dulu divonis 5 tahun penjara. Dari keterangan terpidana di pengadilan, bahwa dia juga memberikan uang korupsi itu kepada tiga pejabat tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(cha/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%