Senin, 26/11/2012 18:34 WIB

Metro Mini Eksekutif Bertarif Rp 5000 & Pakai Fasilitas TransJakarta

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - PT Metro Mini akan mengganti wajah lama Metro Mini ke bus jenis eksekutif. Harga bus eksekutif Metro Mini diperkirakan sekitar Rp 5.000 dan akan menggunakan fasilitas TransJakarta.

"Sama seperti Kopaja yang baru harganya lima ribu rupiah," ujar Direktur PJS PT Metro Mini, Jon A Masli, usai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2012).

Pada kesempatan itu, Jon menegaskan pihaknya tidak akan menggunakan dana APBD atau meminta dana ke Provinsi DKI Jakarta. Revitalisasi bus Metro Mini diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 1,8 triliun.

"Kita tidak akan menggunakan uang APBD tetapi akan mendapatkan bantuan fasilitas. Misalnya nanti kita boleh menikmati halte-halte bus yang lebih manusiawi dan kita juga akan mencoba agar bisa mencoba terminal modern yang akan dibuat oleh Pemda seperti Singapura, sehingga Metro Mini ini bisa menumpang," terangnya.

Dalam pembicaraan dengan pemerintah DKI Jakarta, ide perubahan wajah Metro Mini mendapatkan tanggapan positif dan menemukan kesepatakan soal penggunakan fasilitas TransJakarta oleh bus eksekutif Metro Mini.

"Kami akan menggunakan fasilitas TransJakarta, kemudian mereka nanti mengevaluasi. Jadi boleh kami memakai fasilitasnya asal bus kami harus eksekutif," kata Jon.

Untuk tahun 2013, PT Metro Mini menargetkan sekitar 200 kendaraan yang sudah berubah menjadi bus eksekutif. "Metro Mini ini kan ada sekitar tiga ribuan. Jadi nanti bertahap," katanya.

Lalu seperti apa wajah baru bus Metro Mini? Jon menyebutkan bus Metro Mini eksekutif yang baru akan seperti Kopaja 20 jurusan Senen-Lebak Bulus.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fiq/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%