detikcom
Senin, 26/11/2012 13:59 WIB

Pasukan NATO Ditarik 2014 Tapi 10 Ribu Tentara AS Tetap di Afghanistan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Washington - Amerika Serikat (AS) akan menyelesaikan misi militernya di wilayah Afghanistan pada akhir tahun 2014 mendatang. Namun pemerintahan Presiden Barack Obama berencana tetap menempatkan sekitar 10 ribu tentara AS di negara tersebut setelah 2014.

Seorang sumber dari kalangan pejabat pemerintahan AS yang enggan disebut namanya, mengungkapkan rencana ini kepada surat kabar The Wall Street Journal. Menurut sumber tersebut, rencana ini sejalan dengan rekomendasi komandan militer AS dan pasukan internasional di Afghanistan, Jenderal John Allen.

Beberapa waktu lalu, Jenderal Allen meminta agar pemerintah AS tetap menyiagakan 6.000 hingga 15 ribu tentara AS di wilayah Afghanistan meskipun misi NATO telah selesai.

Menurut sumber itu, tentara-tentara AS tersebut akan mulai disiagakan pada akhir tahun 2014, atau setelah seluruh tentara NATO di Afghanistan ditarik ke negara masing-masing. Di Afghanistan, tentara-tentara tersebut akan membantu tentara dan polisi setempat dalam melakukan pelatihan dan operasi antiterorisme.

Saat ini, sekitar 67 ribu tentara AS ditempatkan di sejumlah wilayah Afghanistan. Mereka bergabung dengan 37 ribu tentara koalisi dari negara lain dan 337 ribu tentara dan polisi lokal yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANSF). Demikian seperti dilansir AFP, Senin (26/11/2012).

Sumber dari pemerintah AS menyatakan, rencana ini bahkan telah dibahas secara khusus dengan pemerintah Afghanistan pada 15 November lalu. Pembicaraan kedua negara difokuskan pada pembahasan status tentara AS yang tetap tinggal di Afghanistan setelah penarikan seluruh tentara NATO pada akhir 2014 mendatang.

Pihak AS menekankan, tentara-tentaranya tersebut tidak memerlukan markas tetap di Afghanistan. Hal tersebut disinyalir juga menjadi salah satu persyaratan otoritas Afghanistan. Namun dikhawatirkan, hal ini justru mengaburkan jaminan keamanan bagi tentara AS di Afghanistan.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai dipastikan akan menerima kehadiran tentara AS di wilayahnya pasca tahun 2014, jika seluruh syarat yang diajukannya diterima oleh pihak AS. Salah satu syarat yang diajukan Karzai, yakni tentara AS yang tetap tinggal tersebut, harus berada dalam yurisdiksi pengadilan Afghanistan.

Di sisi lain, sejumlah pengamat meyajini bahwa misi pelatihan dan antiterorisme di Afghanistan membutuhkan tentara lebih banyak. Mereka memperkirakan, sekitar 30 ribu tentara AS masih dibutuhkan keberadaannya di Afghanistan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%