detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 26/11/2012 13:59 WIB

Pasukan NATO Ditarik 2014 Tapi 10 Ribu Tentara AS Tetap di Afghanistan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Washington - Amerika Serikat (AS) akan menyelesaikan misi militernya di wilayah Afghanistan pada akhir tahun 2014 mendatang. Namun pemerintahan Presiden Barack Obama berencana tetap menempatkan sekitar 10 ribu tentara AS di negara tersebut setelah 2014.

Seorang sumber dari kalangan pejabat pemerintahan AS yang enggan disebut namanya, mengungkapkan rencana ini kepada surat kabar The Wall Street Journal. Menurut sumber tersebut, rencana ini sejalan dengan rekomendasi komandan militer AS dan pasukan internasional di Afghanistan, Jenderal John Allen.

Beberapa waktu lalu, Jenderal Allen meminta agar pemerintah AS tetap menyiagakan 6.000 hingga 15 ribu tentara AS di wilayah Afghanistan meskipun misi NATO telah selesai.

Menurut sumber itu, tentara-tentara AS tersebut akan mulai disiagakan pada akhir tahun 2014, atau setelah seluruh tentara NATO di Afghanistan ditarik ke negara masing-masing. Di Afghanistan, tentara-tentara tersebut akan membantu tentara dan polisi setempat dalam melakukan pelatihan dan operasi antiterorisme.

Saat ini, sekitar 67 ribu tentara AS ditempatkan di sejumlah wilayah Afghanistan. Mereka bergabung dengan 37 ribu tentara koalisi dari negara lain dan 337 ribu tentara dan polisi lokal yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Afghanistan (ANSF). Demikian seperti dilansir AFP, Senin (26/11/2012).

Sumber dari pemerintah AS menyatakan, rencana ini bahkan telah dibahas secara khusus dengan pemerintah Afghanistan pada 15 November lalu. Pembicaraan kedua negara difokuskan pada pembahasan status tentara AS yang tetap tinggal di Afghanistan setelah penarikan seluruh tentara NATO pada akhir 2014 mendatang.

Pihak AS menekankan, tentara-tentaranya tersebut tidak memerlukan markas tetap di Afghanistan. Hal tersebut disinyalir juga menjadi salah satu persyaratan otoritas Afghanistan. Namun dikhawatirkan, hal ini justru mengaburkan jaminan keamanan bagi tentara AS di Afghanistan.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai dipastikan akan menerima kehadiran tentara AS di wilayahnya pasca tahun 2014, jika seluruh syarat yang diajukannya diterima oleh pihak AS. Salah satu syarat yang diajukan Karzai, yakni tentara AS yang tetap tinggal tersebut, harus berada dalam yurisdiksi pengadilan Afghanistan.

Di sisi lain, sejumlah pengamat meyajini bahwa misi pelatihan dan antiterorisme di Afghanistan membutuhkan tentara lebih banyak. Mereka memperkirakan, sekitar 30 ribu tentara AS masih dibutuhkan keberadaannya di Afghanistan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close