Detik.com News
Detik.com
Senin, 26/11/2012 11:55 WIB

Kronologi Munarman Cekcok dengan Pemotor di Pamulang

Rivki - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kronologi Munarman Cekcok dengan Pemotor di Pamulang
Jakarta - Jubir FPI Munarman sempat cekcok dengan beberapa pengendara motor di daerah Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, Minggu (25/11/2012) kemarin. Beruntung, kejadian tersebut tidak berbuntut panjang menjadi sebuah perkelahian. Akibat kejadian itu, polisi sempat menangkap dua pengendara motor yang terlibat cekcok dengan jubir FPI tersebut.

Tetapi Munarman tidak menganggap hal itu masalah serius. Berikut kronologi cekcok antara Munarman dengan pengendara motor, seperti yang dituturkan oleh Kapolsek Pamulang Kompol Mohamad Nasir kepada detikcom, Senin (26/11/2012).

Pukul 17.05 WIB:

Munarman mengendarai mobil Mitsubishi Pajero di Jalan Pondok Cabe, Pamulang. Saat itu kondisi jalan sedang macet dan Munarman mengklakson pengendara motor di depannya.

17.10 WIB:

Kesal di-klakson oleh Munarman, para pengendara motor itu mengejar Munarman. Bahkan mereka sempat mengetok spion kanan mobil Pajero Munarman.

17.12 WIB:Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%