detikcom
Senin, 26/11/2012 07:13 WIB

Jubir FPI Dipukuli, Polisi: Munarman Dongkol karena Tak Diberi Jalan

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Peristiwa pemukulan terhadap Jubir FPI, Munarman di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ternyata akibat Munarman yang membunyikan klakson ke beberapa pengendara motor di sekitar lokasi tersebut. Munarman pun disebut sempat agak dongkol, karena dia sedang terburu-buru.

"Jadi itu kejadian pada minggu (25/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dia agak dongkol dan kecewa karena dia merasa lagi buru-buru kok nggak dikasih jalan. Akhirnya dia klakson-klakson," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Mohamad Nasir, kepada detikcom, Senin (26/11/2012).

Menurut Nasir, dalam peristiwa tersebut yang terjadi hanyalah kesalahpahaman. Munarman menurutnya juga, hanya menganggap peristiwa tersebut sebagai kejadian yang sepele.

"Dia bilang ini masalah kecil," terang Nasir.

Sebelumnya, Sekjen FUI Al Khathath mengatakan Munarman dikeroyok lima orang di Pondok Cabe pada Minggu sore. Saat itu Munarman tengah terjebak kemacetan dan membunyikan klakson agar kendaraan yang ada di depannya maju ke depan.

Namun tiba-tiba saja mendekat lima orang ke arah mobil Munarman. Setelah terlibat adu mulut, mereka lantas memukuli Munarman. Menurut Al Khathath, ketika Munarman membunyikan klakson, tanda itu tidak ditujukan kepada lima orang ini.

Sampai saat ini Munarman belum dapat dikonfirmasi. Nomor handphone-nya, tidak bisa dihubungi.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(riz/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%