detikcom
Minggu, 25/11/2012 18:20 WIB

Rusuh di Kutai Barat, Massa Jarah Toko Sembako di Melak

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kerumunan massa masih terlihat di Kutai Barat, Kaltim (Foto: istimewa/detikcom)
Samarinda - Situasi mencekam tidak hanya terjadi di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Hari ini, situasi serupa juga terjadi di Melak, yang letaknya hanya 30 menit dari Barong Tongkok.

"Situasi jalan-jalan lengang. Toko-toko banyak yang tutup juga sejak pagi tadi," kata warga Melak, Aji Syamsudin, saat dihubungi detikcom, Minggu (25/11/2012) petang WITA.

Menurut Aji, di Melak, terlihat aktivitas penjarahan barang dagangan di sejumlah toko di kawasan pertokoan di Jl Dr Sutomo dan Jl Kapten Piere Tendean.

"Itu dilakukan oleh kelompok warga dengan tanda-tanda tertentu dengan membawa-bawa senjata tajam. Ada terlihat aparat kepolisian, sepertinya kelompok warga itu sudah terlokalisir petugas kepolisian bersenjata api," ujar Aji.

"Di Pasar Olah Bebaya di Melak, juga terlihat ada aktivitas mengeluarkan barang-barang dagangan. Khawatir terjadi seperti kebakaran di pasar yang ada di Barong Tongkok," tambahnya.

Tidak hanya itu, situasi di Pelabuhan Melak, juga terlihat lalu lalang aktivitas angkutan sungai mulai dari speedboat, longboat maupun kapal berbadan besar yang mampu mengangkut puluhan penumpang.

"Banyak speed dan kapal tujuan ke Samarinda. Entah mengungsi atau tidak, saya tidak tahu pasti. Itu yang saya lihat siang sampai sore ini," jelas Aji.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
56%
Kontra
44%