Detik.com News
Detik.com
Minggu, 25/11/2012 15:23 WIB

Kasus Penipuan Berkedok Investasi, Dosen IT di Yogya Ditangkap

Edzan Rahardjo - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kasus Penipuan Berkedok Investasi, Dosen IT di Yogya Ditangkap
Yogyakarta - Selama kurun waktu 7 tahun, seorang Dosen IT Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta membuka usaha investasi dengan sarana ITE. Dosen dan pemilik warnet berinisial MT (35) tersebut akhirnya ditangkap oleh jajaran Polda DIY atas dugaan penipuan investasi.

Penipuan invetasi dilakukan dengan merekrut para nasabah dengan membuka website ASIA KITA dan MANDIRI KITA. Selama kurun waktu mulai tahun 2005 hingga sekarang, tersangka telah berhasil merekrut nasabah sebanyak 42.559 investor. Invetasi ini modelnya mirip seperti MLM namun media yang digunakan berbebeda yakni melalui web.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY, Kombes Pol Joko Lelono mengatakan, pelaku melakukan penipuan karena tidak dapat memenuhi keuntungan dari yang telah dijanjikan. Modus operandi yang dipakai pelaku menampilkan data-data pada WEB SITE WWW.ASIAKITA.COM dengan nama program investasi ASIA KITA.

Invetasi ini mencari downline empat orang dengan mentransfer uang masing-masing RP 20.000 melalui Rek BCA, sehingga jumlahnya Rp 80.000. Selain itu juga dengan memakai program invetasi Mandiri Kita dengan mencari downline empat orang dengan mentransfer ke Rek Mandiri masing-masing Rp 50.000, sehingga jumlah total downline Rp 200.000.

Dokumen-dokumen tersebut diduga tidak saah, karena status usahanya tidak memiliki izin dan tidak terdaftar pada instansi yang berwenang, kata Joko Lelono di Mapolda DIY, Minggu(25/11/2012).

Tersangka saat ini telah ditahan di Polda DIY dan masih dilakukan pengembangan kasus sehingga tersangka kemungkinan bisa bertambah. Dari penangkapan tersangka di Sorosutan, Pakel Baru No 35, Umbulharjo, Yogyakarta, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Laptop, 6 Buku Rek Bank Mandiri, dan 3 Buku Rek BCA.

Kesemua rekening atas nama tersangka, istri dan keluarganya. Tidak ada nama lain diluar keluarganya. Masih diselidiki apakah mereka menerima aliran uang atau hanya sekadar pinjam nama,katanya. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%