Minggu, 25/11/2012 11:58 WIB

Kutai Barat Masih Mencekam, Pasar Tradisional Ludes Dilalap Api

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: istimewa
Samarinda - Di tengah kerusuhan antarwarga, pasar tradisional yang berada di Jl Gadjah Mada, Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Minggu (25/11/2012) dini hari hangus terbakar. Belum diketahui, ada tidaknya unsur kesengajaan dalam kejadian tesebut.

"Iya benar, pasar di Gadjah Mada terbakar dini hari tadi. Saya sendiri belum tahu itu sengaja dibakar atau tidak," kata warga Kutai Barat, Stepanus, ketika dihubungi detikcom, Minggu (25/11/2012) siang WITA.

Menurut Stephanus, lokasi pasar tersebut berada di sekitar depan Mapolres Kutai Barat. Api yang membubung tinggi, membuat situasi semakin mencekam.

"Pasar itu menjual berbagai kebutuhan sembako di Barong Tongkok ini. Sekarang kondisinya sudah rata dengan tanah," ujar Stepanus.

Diterangkan Stepanus, sejak Sabtu (24/11/2012) kemarin hingga hari ini, situasi di Barong Tongkok, masih terpantau lengang. Hanya terlihat beberapa titik konsentrasi massa beserta aparat kepolisian yang terus berjaga-jaga.

"Mudah-mudahan situasi keamanan kembali benar-benar kondusif, tidak ada aksi lanjutan. Supaya kita bisa kembali bekerja," tambahnya.

"Kalau begini, kita juga tidak berani keluar rumah. Kita membatasi aktivitas di luar rumah. Ya itu tadi, supaya tidak terjebak di tengah aksi warga," sebut StepanusNext

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%