detikcom
Sabtu, 24/11/2012 22:43 WIB

Kutai Barat Mencekam, Sebuah Rumah Dibakar Massa

Robert - detikNews
Samarinda, - Sebuah rumah yang digunakan untuk berdagang toko sembako, di Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur, diduga dibakar massa. Kejadian ini disinyalir sebagai kelanjutan ketegangan antar 2 warga yang berlangsung sejak Jumat (23/11/2012) kemarin.

Informasi diperoleh detikcom, kobaran api dari toko sembako di Jl Busur, Barong Tongkok, Kutai Barat, mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WITA. Sebelumnya, toko tersebut sempat dijarah massa.

"Toko sembako di Jl Busur, terbakar. Sebelumnya sempat dijarah massa," kata warga Barong Tongkok, Permana, saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/11/2012) malam.

Menurut Permana, situasi mencekam, sudah berlangsung sejak pagi tadi. Kawasan pertokoan terpantau sepi lantaran pemilik toko memilih untuk menutup aktivitas mereka untuk menghindari adanya aksi anarkis massa.

"Pasar (di Jl Gadjah Mada) saja sudah tutup. Tadi pagi sudah tidak ada aktivitas. Siang tadi juga sudah ada 2 rumah dirusak," ujar Permana.

"Warga banyak berkumpul di sejumlah jalan di Barong Tongkok. Terutama di Jl Busur dan dekat sekitaran kawasan simpang raya," tambahnya.

"Ada polisi Brimob di jalan-jalan, bersenjata lengkap. Situasinya di sini memang benar-benar terasa mencekam karena warga lebih memilih di dalam rumah saja," terang Permana.

Keterangan dihimpun detikcom, situasi mencekam di Barong Tongkok, menyusul adanya aksi pengeroyokan terhadap salah seorang warga, saat sedang melakukan pengisian BBM Premium, di APMS (Agen Premium dan Minyak Solar) Simpang Raya, Jumat (23/11/2012) kemarin.

Petugas APMS saat itu menyebut premium sudah habis kepada salah seorang pengendara roda dua. Namun belakangan, petugas APMS melayani pemilik kendaraan lainnya. Keributan pun berujung pengeroyokan pemilik kendaraan yang dilayani petugas APMS kepada seorang pengendara roda dua tersebut.

Unsur muspida setempat beserta aparat keamanan, sudah berupaya untuk meredakan ketegangan melalui perundingan damai. Namun belakangan, salah satu kelompok massatidak puas dengan upaya perundingan itu.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%