detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 24/11/2012 13:56 WIB

Gencatan Senjata, Israel Sadari Ketidakmampuannya Melawan Hamas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Teheran, - Anggota parlemen Iran kembali berkomentar mengenai gencatan senjata antara pemerintah Israel dan gerakan Hamas. Disebutkan bahwa persetujuan Israel atas semua syarat gencatan senjata di Gaza menunjukkan rezim Zionis tak cukup kuat untuk menghadapi perlawanan rakyat Palestina.

"Karena rezim Zionis tahu bahwa pihaknya tidak punya kemampuan untuk menghadapi perlawanan Palestina, Israel menerima semua syarat sehingga gencatan senjata bisa diumumkan dan dengan melakukan hal ini, Israel menunjukkan telah menyadari kelemahan dan ketidakmampuannya," cetus juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Seyyed Hossein Naqavi Hosseini.

Diimbuhkan anggota senior parlemen Iran itu, tangguhnya perlawanan para pejuang Hamas membuat rezim Israel sadar pihaknya akan mengalami kekalahan yang memalukan, jika terus melancarkan serangan ke Gaza.

"Setelah roket-roket perlawanan Hamas ditembakkan, ketidakamanan terjadi di Israel. Karena itulah mengapa di hari-hari terakhir, kita menyaksikan rezim Zionis memohon untuk gencatan senjata dan meminta semua orang dan organisasi untuk membantu menerapkan gencatan senjata," ujar Naqavi seperti dilansir Press TV, Sabtu (24/11/2012).

Pada 14 November lalu, Israel melancarkan serangan udara dan laut terhadap wilayah Jalur Gaza. Selama 8 hari Israel terus menggempur wilayah Gaza hingga menewaskan lebih dari 160 warga Palestina. Sekitar 1.200 orang lainnya luka-luka.

Di lain pihak, Hamas terus melancarkan serangan-serangan roket dan rudal ke wilayah Israel. Akibatnya, enam warga Israel tewas.

Akhirnya pada Rabu, 21 November malam waktu setempat, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas diumumkan di Kairo, Mesir. Sesuai kesepakatan gencatan senjata itu, Israel harus "menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk serbuan dan menargetkan individu-individu".

Faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan "serangan-serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan". Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak tahun 2007.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%