Jumat, 23/11/2012 15:30 WIB

Honda Accord Silver Terbakar di Gerbang Tol Kayu Besar

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Sebuah Honda Accord terbakar di Gerbang Tol Kayu Besar III, Tol Lingkar Barat. Kebakaran mobil ini sempat menarik perhatian warga yang melintas di jalan tol tersebut.

"Kejadiannya pukul 14.35 WIB, dan sudah bisa dipadamkan," kata Kepala Induk PJR Tol Jakarta-Tangerang Kompol Bestari Haraham kepada detikcom, Jumat (23/11/2012).

Bestari mengatakan, kebakaran itu bisa dipadamkan oleh satu unit mobil pemadam kebakaran. Api di mobil berwarna silver ini diduga terjadi karena adanya korsleting listrik di ruang pengapian mobil itu.

"Untuk penyebabnya diduga korsleting," katanya.

Bestari mengatakan, hingga kini polisi belum bisa memintai keterangan pengemudi mobil bernomor polisi B 2356 MR ini. Hal ini disebabkan pengemudi mobil ini tidak berada di lokasi saat petugas melakukan pemadaman.

"Pengemudi dan penumpangnya tidak ada di lokasi, mungkin panik karena mobilnya terbakar," katanya.

Ini adalah mobil kedua yang terbakar di jalan tol hari ini. Sebelumnya, mobil Kijang terbakar di tengah jalan tol Jakarta-Tangerang ruas Kebon Jeruk mengarah Tomang.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%