detikcom
Kamis, 22/11/2012 12:53 WIB

Paus: Yesus Lahir Beberapa Tahun Lebih Awal dari yang Selama Ini Diyakini

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Paus Benediktus XVI (AFP)
Vatikan - Kalender masehi yang didasarkan kelahiran Yesus ternyata didasarkan pada penghitungan yang salah. Paus Benediktus XVI mengklaim bahwa Yesus sebenarnya lahir lebih awal beberapa tahun dari yang selama ini diyakini.

Salah penghitungan tersebut dilakukan oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus dari abad ke-6, yang menciptakan kalender masehi tersebut. Demikian klaim Paus yang berusia 85 tahun ini dalam buku barunya yang berjudul 'Jesus of Nazareth: The Infancy Narratives', yang dirilis pada Rabu (21/11) kemarin.

"Penghitungan awal kalender kita -- didasarkan pada kelahiran Yesus -- dibuat oleh Dionysius Exiguus, yang ternyata telah membuat kesalahan dalam penghitungannya sekitar beberapa tahun," tulis Paus dalam bukunya, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (22/11/2012).

"Tanggal kelahiran Yesus yang sebenarnya lebih cepat beberapa tahun," imbuhnya.

Dionysius Exiguus yang juga dijuluki 'Dennis the Small' selama ini diberi gelar sebagai 'penemu' kalender modern dan penemu konsep era Anno Domini atau yang dikenal sebagai AD. Dia menciptakan sistem baru untuk membagi jarak pada kalender saat itu, yang masih didasarkan pada tahun saat dimulainya pendudukan kekaisaran Roma, Diocletian.

Kekaisaran itulah yang menganiaya penganut Kristen, sehingga sistem penghitungannya diganti dengan sistem yang baru dengan didasarkan pada kelahiran Yesus. Kalender yang diciptakan Dionysius ini kemudian diberlakukan secara luas di wilayah Eropa setelah diadopsi oleh seorang biarawan sejarah bernama Venerable Bede.

Kendati demikian, bagaimana cara Dionysius menghitung kelahiran Yesus juga tidak jelas. Selain itu, isu soal salah penghitungan ini juga bukan hal baru, terutama di kalangan akademisi dunia. Banyak sejarawan yang menyakini bahwa Yesus sebenarnya lahir antara 7BC hingga 2BC atau antara 6BC hingga 4BC (BC=Before Christ-red). Apa yang dilakukan Paus melalui bukunya, hanya mengangkat kembali permasalahan tersebut.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%