Kamis, 22/11/2012 10:03 WIB

Rel Ambles di Cilebut, KRL ke Jakarta Hanya Tersedia dari Bojong Gede

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Rel kereta ambles di Cilebut, Bogor, Jawa Barat, akibat tanah longsor di kawasan tersebut. Akibatnya KRL yang tersedia untuk ke Tanah Abang/Jakarta hanya dari Stasiun Bojong Gede. Begitu juga sebaliknya.

"Perjalanan hari ini, Tanah Abang/Jakarta ke Bojong Gede. Dari Bojong Gede balik lagi ke Tanah Abang/Jakarta," ujar Kepala Stasiun Depok Lama, Dwi, kepada detikcom, di Stasiun Depok Lama, Jawa Barat, Kamis (22/11/2012).

Menurut Dwi, dari pagi sampai sekitar pukul 10.00 WIB ada sekitar 5 perjalanan kereta yang tertahan dari Stasiun Bogor. Dwi belum mengetahui hingga kapan proses pengerjaan di Cilebut bisa selesai.

Meskipun perjalanan kereta terganggu, namun penumpang KRL tetap normal. "Penumpangnya standar," kata dia.

Tanah longsor di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Rabu (21/11) kemarin membuat rel KA ambles sedalam 20 meter. Proses evakuasi hingga pukul 10.00 WIB hari ini belum selesai.

Proses evakuasi terhadap jalur KRL yang longsor di Kampung Babakan Sirna RT 3 RW 11, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor hingga pagi pukul 05.40 WIB, Kamis (22/11/2012) belum tuntas. Jalur KA Bogor-Bojong Gede dan sebaliknya belum bisa dilalui.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%