Detik.com News
Detik.com
Selasa, 20/11/2012 07:44 WIB

Sekjen PAN: Hasil Survei Positif Jadi Penyemangat Hadapi Pemilu 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sekjen PAN: Hasil Survei Positif Jadi Penyemangat Hadapi Pemilu 2014
Jakarta - Dalam survei yang dirilis oleh Indonesia Network Ellection Survey (INES), PAN mengungguli PD dan masuk 4 partai teratas. Hasil positif ini dijadikan penyemangat untuk konsolidasi PAN menuju Pemilu 2014.

"Dari hasil survei INES terakhir menunjukkan peningkatan popularitas Pak Hatta dan PAN. Paling tidak survei ini bisa memberikan data yang objektif terkait mentalitas lembaga survei itu sendiri. PAN meskipun meningkat hasil survei tapi kita tetap dengan segala kerendahan hati tetap berharap dukungan masyarakat. Dan apa yang disurvei oleh lembaga survei menjadi cerminan objektif yang ada di masyarakat dan digunakan sebagai penyemangat konsolidasi," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan kepada detikcom, Selasa (20/11/2012).

Namun Taufik memahami survei tentu dinamis sepanjang waktu. Internal PAN harus fokus konsolidasi menuju sukses yang sebenarnya di Pemilu 2014.

"Apapun kita melihat bahwa survei adalah salah satu indikator saja. Sehingga tentunya kita tetap secara konsolidasi sesuai arahan ketua umum kita akan terus bekerja. Memang kader PAN di tingkat pusat terus bergerilya semua kita serahkan kepada masyarakat. Walaupun di survei sebelumnya PAN dipandang underestimate, alhamdulilah. Sekarang meningkat juga almhamdulilah," katanya.

Berdasarkan survei INES, berikut parpol yang dipilih responden jika Pemilu diadakan pada hari ini:

1. Partai Golkar: 22,1 persen
2. PDIP: 11,4 persen
3. Partai Gerindra: 14,3 persen
4. Partai Amanat Nasional (PAN): 9,7 persen
5. Partai Demokrat: 8,4 persen
6. Partai Nasional Demokrat (NasDem): 5,2 persen
7. PPP: 4,4 persen
8. Partai Hanura: 3,8 persen
9. PKS: 3,7 persen
10. PKB: 2,9 persen

Survei ini dilakukan untuk membaca pilihan rakyat terhadap parpol peserta Pemilu 2014. Survei dilakukan dari tanggal 5 Oktober-21 Oktober 2012. Survei ini menggunakan 6.000 orang responden yang sudah punya hak pilih pada Pemilu 2014, dengan margin error sekitar 2,5 persen. Jumlah sampel yang dapat dianalisa adalah 5.993 sampel.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%