Senin, 19/11/2012 16:19 WIB

10 Capres Potensial 2014 dari Jawa: Prabowo No 1, Jokowi No 8

Danu Damarjati - detikNews
ilustrasi: kertas suara pemilu 2009
Jakarta - Indonesia Network Election Survei (INES) melakukan survei terkait tokoh Jawa dan non Jawa yang dipandang layak maju Pilpres 2014. Sejumlah nama baru muncul di bursa bakal capres, termasuk gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Siapa-siapa saja nama-nama lain yang naik daun?

INES secara khusus melakukan survei terkait ketertarikan publik terhadap capres dari kalangan Jawa maupun luar Jawa. Hasilnya, masyarakat lebih memilih capres dari kalangan Jawa di Pilpres 2014 nanti.

"Survei ini juga mengungkap bahwa capres dari etnis Jawa lebih diminati dengan 59,3 persen pilihan responden, sementara dari non Jawa dipilih 39,6 persen responden," kata Direktur Data INES, Sudrajat Sacawitra, membacakan poin kesimpulan dalam paparan surveinya di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2012).

Survei ini dilakukan untuk membaca pilihan rakyat terhadap tokoh nasional yang dipandang layak menjadi capres, baik dari kalangan Jawa maupun non Jawa. Survei dilakukan dari tanggal 5 Oktober-21 Oktober 2012. Survei ini menggunakan 6.000 orang responden yang sudah punya hak pilih pada Pemilu 2014 dengan metode tatap muka. Dengan margin error sekitar 2,5 persen, jumlah sampel yang dapat dianalisa dalam survei ini adalah 5.993 sampel.

"Survei dengan pertanyaan kombinasi capres-cawapres yang dianggap ideal menghasilkan kombinasi Jawa-Jawa dipilih 29,4 persen responden, Jawa-Non Jawa dipilih 56,2 persen responden, non Jawa-Jawa dipilih 8,2 persen responden, non Jawa-non Jawa dipilih 6,2 persen responden," katanya.

Berikut 10 besar pilihan responden saat ditanya siapa tokoh Jawa yang dipilih jika pilpres diadakan saat ini:

1. Prabowo Subianto: 33,4 persen
2. Megawati Soekarnoputri: 22,2 persen
3. Djoko Suyanto: 9,3 persen
4. Pramono Edhie Wibowo: 8,8 persen
5. Ani Yudhoyono: 7,1 persen
6. Sri Sultan HB X: 2,3 persen
7. Dahlan Iskan: 1,8 persen
8. Joko Widodo: 1,3 persen
9. Mahfud MD: 1,1 persen
10. Sri Mulyani: 1 persen

Berikut 10 besar pilihan responden saat ditanya siapa tokoh non Jawa yang dipilih jika pilpres diadakan saat ini:

1. Hatta Rajasa: 28,6 persen
2. Jusuf Kalla: 20,2 persen
3. Aburizal Bakrie: 18,6 persen
4. Surya Paloh: 10,9 persen
6. Yusril Ihza Mahendra: 3,4 persen
7. Puan Maharani Kiemas: 3,3 persen
8. Marzuki Alie: 2,8 persen
9. Gamawan Fauzi: 2,7 persen
10. Irman Gusman 2,6 persen

"Survei ini juga mengungkap bahwa yang paling disukai masyarakat dari parpol adalah uangnya (50,3 persen responden), iklan di televisi (22,4 persen), program parpol (17,2 persen), dan visi misi parpol (10,1 persen)," tandasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%