Senin, 19/11/2012 16:09 WIB

Astronaut kembali ke bumi setelah empat bulan di angkasa

BBCIndonesia.com - detikNews
Sunita Williams

Astronaut NASA Sunita Williams tiba bersama rekannya dari Jepang dan Rusia.

Tiga astronaut kembali ke bumi setelah tinggal empat bulan di Stasiun Ruang Angkasa Internasional dengan menggunakan kapsul Soyuz.

Astronaut dari Rusia, Jepang, dan Amerika Serikat mendarat Senin (19/11) di stepa yang ditutupi salju di Kazakhstan.

Yuri Malenchenko, Sunita Williams, dan Akihiko Hoshida mendarat sekitar pukul 07:56 pagi waktu setempat (8:56 WIB) tidak jauh dari kota Arkalyk, Kazakhstan utara.

Ketiga astronaut melakukan serangkaian eksperimen di ruang angkasa dengan menguji coba pengaruh gravitasi rendah terhadap syaraf tulang belakang, menyelidiki pengaruh melelehnya lapisan es di bumi serta perubahan musim terhadap ekosistem.

Tayangan NASA menunjukkan ketiga antariksawan ini merayakan pendaratan mereka dengan tulisan "Tempat pendaratan Soyuz TMA-05".

Mengorbit 385 km di atas bumi

Ketiga awak kemudian dibawa ke satu tenda tidak jauh dari tempat pendaratan untuk pemeriksaan kesehatan.

Kapsul Soyuz adalah satu-satunya cara bagi para astronaut untuk meraih stasiun ruang angkasa sejak armada pesawat ulang alik Amerika dihentikan tahun lalu.

Astronaut badan ruang angkasa Amerika NASA, Kevin Ford, saat ini masih berada di stasiun ruang angkasa bersama dengan rekannya dari Rusia Oleg Novitsky dan Yevgeny Tarelkin.

Bulan depan tiga astronot lain, dari NASA, Rusia dan Kanada akan diluncurkan ke stasiun ruang angkasa itu.

Stasiun ruang angkasa - yang dibangun dengan biaya US$100 miliar- merupakan tempat penelitian yang melibatkan 15 negara dan mengorbit sejauh 385 kilometer di atas bumi.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%