QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 19/11/2012 16:09 WIB

Astronaut kembali ke bumi setelah empat bulan di angkasa

BBCIndonesia.com - detikNews
Sunita Williams

Astronaut NASA Sunita Williams tiba bersama rekannya dari Jepang dan Rusia.

Tiga astronaut kembali ke bumi setelah tinggal empat bulan di Stasiun Ruang Angkasa Internasional dengan menggunakan kapsul Soyuz.

Astronaut dari Rusia, Jepang, dan Amerika Serikat mendarat Senin (19/11) di stepa yang ditutupi salju di Kazakhstan.

Yuri Malenchenko, Sunita Williams, dan Akihiko Hoshida mendarat sekitar pukul 07:56 pagi waktu setempat (8:56 WIB) tidak jauh dari kota Arkalyk, Kazakhstan utara.

Ketiga astronaut melakukan serangkaian eksperimen di ruang angkasa dengan menguji coba pengaruh gravitasi rendah terhadap syaraf tulang belakang, menyelidiki pengaruh melelehnya lapisan es di bumi serta perubahan musim terhadap ekosistem.

Tayangan NASA menunjukkan ketiga antariksawan ini merayakan pendaratan mereka dengan tulisan "Tempat pendaratan Soyuz TMA-05".

Mengorbit 385 km di atas bumi

Ketiga awak kemudian dibawa ke satu tenda tidak jauh dari tempat pendaratan untuk pemeriksaan kesehatan.

Kapsul Soyuz adalah satu-satunya cara bagi para astronaut untuk meraih stasiun ruang angkasa sejak armada pesawat ulang alik Amerika dihentikan tahun lalu.

Astronaut badan ruang angkasa Amerika NASA, Kevin Ford, saat ini masih berada di stasiun ruang angkasa bersama dengan rekannya dari Rusia Oleg Novitsky dan Yevgeny Tarelkin.

Bulan depan tiga astronot lain, dari NASA, Rusia dan Kanada akan diluncurkan ke stasiun ruang angkasa itu.

Stasiun ruang angkasa - yang dibangun dengan biaya US$100 miliar- merupakan tempat penelitian yang melibatkan 15 negara dan mengorbit sejauh 385 kilometer di atas bumi.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%