detikcom
Senin, 19/11/2012 15:53 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Jejak Perang Melawan Quraisy & Jasa Salman Al Farisi di Masjid Khandaq

Bagus Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: bagus kurniawan/detikcom
Madinah - Masjid dan benteng Khandaq adalah salah satu peninggalan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam, Khandaq adalah peristiwa penggalian parit untuk benteng pertahanan melawan kaum kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya yang mengepung Madinah.

Untuk menuju ke bekas benteng Khandaq yang berada di Jalan Abu Bakar Shiddiq sangatlah mudah. Dari Masjid Nabawi hanya berjarak sekitar 2,5 km. Bisa naik taksi dari sekitar Masjid Nabawi dengan ongkos sekitar 10-15 riyal per orang. Sopir taksi biasanya menawarkan program wisata itu dengan tawaran ziarah di beberapa tempat seperi Gunung Uhud, Masjid Quba, Masjid Khandaq dan Masjid Qiblatain.

Dinamakan perang Khandaq karena umat Islam menjadikan parit untuk benteng pertahanan. Parit yang dalam itu ternyata mampu menahan serangan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih banyak dibanding umat muslim waktu itu.

Saat ini bekas-bekas peninggalan perang Khandaq yang ada hanyalah berupa lima buah masjid. Masjid di tempat itu sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah. Untuk mengenang dan menghormati jasa pejuang dan syuhada Khandaq, kaum Muslim membangun masjid di lokasi yang menjadi tempat pertahanan para sahabat. Ada tujuh buah masjid yang dibangun. Karena itu kemudian dinamakan Masjid Tujuh (Sabah), yakni Masjid Salman, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fatah.

Sejarah perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriyah. Pembuatan parit ini merupakan inisiatif dari salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yakni Salman Al Farisi. Salman Al Farisi berasal dari Iran.

Sebelum serangan dimulai, Rasulullah bersama sahabat dan umat muslim menggali parit bersama-sama. Setiap 10 orang kaum Muslimin harus bisa menyelesaikan penggalian parit sepanjang 40 meter. Umat muslim berhasil menggali parit sepanjang 5,5 km, lebar 4,6 meter dan kedalaman lebih dari 3 meter. Penggalian itu membutuhkan waktu sekitar 10 hari.

Parit itu berada di barat laut Madinah memanjang dari utara ke selatan dan menjadikan sekitar Gunung Sila (Sal'a) atau Jabal as-Sila' sebagai benteng pertahanan umat muslim. Saat perang terjadi, tidak ada satu pun pasukan berkuda kaum Quraisy yang mampu melewati parit tersebut karena lebar dan dalam. Karena kaum Quraisy bersama sekutunya tidak bisa melewati parit. Pertempuran yang terjadi tidak secara terbuka namun hanya mengandalkan pasukan pemanah. Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(bgs/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close