detikcom
Sabtu, 17/11/2012 16:36 WIB

Truk Terguling, Pertamina Jamin Pasokan LPG 3 Kg di Samarinda Tetap Aman

Robert - detikNews
Samarinda - Truk tanki elpiji 13 Ton terguling di KM 45 ruas jalan Balikpapan menuju Samarinda, Jumat (16/11/2012) malam. PT Pertamina (Persero) menjamin distribusi LPG ukuran 3 kilogram bagi masyarakat di kota Samarinda dan sekitarnya tetap aman.

"Iya, benar mobil tanki itu mitra Pertamina untuk distribusi elpiji. Insya Allah pasokan elpiji ukuran 3 kilogram di Samarinda dan sekitarnya tetap aman," kata Asisten Manager External Relation Pertamina BBM Retail Regional VI Kalimantan Bambang Irianto, saat dihubungi detikcom, Sabtu (17/11/2012).

Bambang menjelaskan, truk tanki milik distributor elpiji itu berjalan menuju Samarinda, usai melakukan pengisian elpiji dari Depo Elpiji di Balikpapan.

"Itu kegiatan rutin setiap hari. Tanki elpiji itu sesuai kapasitas (13 ton) dari Depo Elpiji di Balikpapan untuk SPBBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) di Samarinda," ujar Bambang.

"Setibanya di Samarinda, melakukan bongkar muat dan masuk ke tanki di SPBBE. Kemudian melakukan pengisian tabung elipiji ukuran 3 kilogram dan didistribusikan ke masyarakat di Samarinda dan sekitarnya," tambahnya.

Menurut Bambang, pascakejadian tergulingnya truk tanki 13 ton itu, Pertamina langsung mengirimkan safety tank, untuk menjaga pasokan elpiji 3 kilogram di Samarinda.

"Ya, Insya Allah pasokan elpiji untuk Samarinda tetap aman. Karena safety tank tidak hanya 1 unit. Di Samarinda 'kan ada SPBBE lainnya seperti di Loa Janan dan ruas jalan Samarinda menuju Bontang. Semua didatangkan dari Balikpapan," terangnya.

"Kami terus monitor untuk pasokan elpiji ke Samarinda, dengan mengirimkan tanki lainnya ke Samarinda. Termasuk kita bantu proses evakuasi tanki terguling itu karena prosesnya memang harus hati-hati," tutup Bambang.

Seperti diberitakan, truk tanki Hyno berkabin merah dan bertanki putih dengan nomor polisi KT 8851 MF, terguling di KM 45 ruas jalan Balikpapan menuju Samarinda, Jumat (16/11/2012) malam sekitar pukul 23.45 WITA. Truk tersebut memuat 13 ton elpiji dari Balikpapan melintas saat jalanan licin di tengah guyuran hujan deras.

Belasan ton elpiji tersebut diketahui milik distributor elpiji PT Anugrah Cahaya Gemilang Sejahtera dengan sopir truk atas nama Mertin Wake (37). Sopir tersebut hanya mengalami luka ringan dan pasca kejadian itu, arus kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut sempat lumpuh total 12 jam, baik kendaraan dari Balikpapan menuju Samarinda maupun sebaliknya.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/gah)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%