detikcom

Kamis, 15/11/2012 12:16 WIB

Pelaku Pemerkosaan TKW yang Melarikan Diri di Malaysia Diringkus Polisi

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Pelaku pemerkosaan TKW di Negeri Sembilan, Malaysia, diringkus polisi. Pria warga Negara Malaysia itu sudah ditahan dan akan dijerat tindak pidana pemerkosaan dengan ancaman penjara 20 tahun serta hukuman cambuk.

Rilis Kementerian Luar Negeri, Kamis (15/11/2012), menyatakan pria tersebut ditangkap pada 13 November setelah melarikan diri. Usai diperiksa, pria tersebut ditahan untuk masa penyidikan hingga tanggal 20 November 2012 sebelum berkasnya diserahkan ke pengadilan. Pelaku pemerkosaan ini akan dikenakan pasal 376 mengenai pemerkosaan dengan ancaman pidana 20 tahun penjara dan hukuman cambuk.

Kepolisian Diraja Malaysia melakukan penyidikan majikan wanita TKW yang diperkosa tersebut. Majikan perempuan ini diperiksa karena diduga melakukan penyiksaan dan penganiayaan. Majikan wanita yang ikut melarikan diri ini juga sudah bisa diringkus polisi.

Pada tanggal 12 November lalu KBRI Kuala Lumpur menerima informasi dari Kepolisian Diraja Malaysia terjadi perkosaan terhadap seorang TKW di Seramban, Negeri Sembilan, Malaysia. Selain diperkosa, TKW ini juga dianiaya oleh majikan perempuannya.

Kasus perkosaan terjadi pada tanggal 5 November 2012. Saat itu, diinformasikan Kedua majikan tersebut melarikan diri dan diburu oleh Kepolisian Negeri Sembilan.

Sebelumnya, tiga polisi Malaysia juag memperkosa TKW di negara itu. Para petugas kepolisian itu sudah ditangkap dan ditahan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(nal/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
61%
Kontra
39%