detikcom
Selasa, 13/11/2012 16:18 WIB

Pembacok Anggota Pokdar Binmas Cipayung Ditangkap

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Mapolres Jakarta Timur berhasil menangkap salah seorang pelaku pembacokan anggota kelompok sadar masyarakat (Pokdar) Binmas di Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku ditangkap beberapa jam setelah peristiwa pembacokan.

"Iya betul pelaku berhasil ditangkap petugas pada minggu siang," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/11/2012).

Didik menuturkan saat melakukan penangkapan petugas tidak mendapati kesulitan. Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan saksi, mengarah ke pelaku.

"Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan, penangkapan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi yang mengarah pada pelaku," tuturnya.

Didik menceritakan kejadian tersebut bermula ketika beberapa kelompok geng motor yang sedang melintas di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, terlibat cekcok dengan geng motor lainnya.

"Ketika keributan terjadi korban mencoba melerai, tapi para pelaku mengira korban merupakan berasal dari pihak geng motor lain alhasil korban terkena sabetan benda tajam ditangan kirinya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Yusuf (50) anggota kelompok sadar masyarakat (Pokdar) Binmas Cipayung menjadi korban pembacokan geng motor. Akibat pembacokan itu, tangan kiri korban hampir putus. Geng motor tersebut lalu berlarian membubarkan diri. Yusuf kemudian dilarikan ke RS Pasar Rebo oleh dua temannya yang datang tak lama setelah anggota geng motor tersebut kabur.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%