detikcom
Selasa, 13/11/2012 13:53 WIB

Saat Rapat Anggaran dengan Dinas PU, Ahok Mengaku Agak Sakit Jiwa

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Sangat mudah bagi masyarakat mengawasi kinerja Ahok. Sebab wagub 46 tahun itu berjanji akan terus menayangkan rekaman semua rapat anggaran Pemprov DKI di situs YouTube. Selain itu dia juga mengaku agak sakit jiwa jika membahas pencurian uang rakyat.

"Ini kita siarkan langsung di Youtube. Saya tidak ingin pembicaraan saya tidak diketahui semua orang. Semua jelas. Jadi mulai hari ini pembahasan anggaran di DKI semua transparan, terbuka," kata Ahok.

Pernyataan Ahok itu muncul dalam rekaman rapat dengan Dinas PU yang diupload oleh Pemrov DKI di YouTube. Video itu berjudul "08 Nov 2012 Wagub Bpk. Basuki T. Purnama Menerima Paparan Dinas Pekerjaan Umum".

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga sempat meminta maaf karena berbicara blak-blakan kepada para pejabat Dinas PU yang hadir di rapat tersebut. "Jadi mohon maaf, saya agak sakit jiwa kalau soal begini, soal mencuri uang rakyat begini. Jadi memang kedengarannya nggak enak," ujarnya.

Dalam rekaman rapat berdurasi 46 menit ini, Ahok meminta Dinas PU memotong anggarannya di APBD 2013 sebesar 25 persen. Bahkan dia mengatakan jika pengurangan tersebut tidak bisa dikurangi, dia akan membawa anggaran ini kepada KPK.

"Kalau Bapak-bapak ngotot tidak mau, saya akan taruh anggaran ini di website. Semua orang akan tahu. Ini masalah nih, akan saya minta orang KPK untuk periksa ini semua," tutur Ahok.

Tak hanya itu, Ahok secara halus tapi tegas mempersilakan pejabat Dinas PU untuk mundur jika tidak mau mengikuti arahannya. "Silakan pilih, yang mau ikut silakan ikut, yang tidak ikut silakan keluar dari PU. Keluar dari Provinsi DKI. Ajukan, kami tanda tangani, karena banyak dari provinsi kami yang ingin masuk," katanya.

Menanggapi hal itu, salah seorang pejabat Dinas PU mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti perintah Wagub DKI. "Intinya kami setuju dengan perintah Wagub. Tapi untuk detailnya nanti kan ada konsultan dan ahli, harus ada pihak ketiga yang...," katanya menanggapi perintah Ahok.

Sebelum pejabat tersebut menyelesaikan tanggapannya, Ahok memotong, "Saya tahu, maksud saya kita tidak usah berdebat dan berkelit di bawah konsultan. Itu kan kita yang atur. Kita sudah tahu kok pemainnya siapa," ucap Ahok.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%