Detik.com News
Detik.com
Senin, 12/11/2012 17:11 WIB

Taufiq Kiemas Berobat ke Singapura

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
 Taufiq Kiemas Berobat ke Singapura Foto: detikfoto
Jakarta - Kondisi kesehatan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas (70) kurang baik. Taufiq Kiemas pun berobat ke Singapura.

"Iya ke Singapura. Saya belum menjenguk karena (saya) masih batuk, takut menular," kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari.

Hal ini disampaikan Hajriyanto saat ditanya apakah Ketua MPR yang juga suami Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, berobat ke Singapura. Hal ini disampaikan Hajri kepada detikcom, Senin (12/11/2012).

Kondisi Taufiq Kiemas memang tengah kurang sehat. Taufiq Kiemas tidak hadir mendampingi Megawati dalam penyerahakan gelar pahlawan nasional kepada Soekarno-Hatta pada 8 November lalu di Istana Negara, padahal Taufiq dikenal getol memperjuangkan penghargaan itu.

Menurut Hajri, saat itu Taufiq sedang sakit dan dirawat di RS Harapan Kita.

Mengenai kepergian berobat Taufiq Kiemas ke Singapura, pihak PDIP menjelaskan Taufiq hanya cek kesehatan rutin.

"Iya, Bapak check up rutin," kata Sekretaris FPDIP DPR, Bambang Wuryanto, kepada detikcom.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%