Detik.com News
Detik.com

Senin, 12/11/2012 10:30 WIB

Iran Ingatkan AS Soal Pesawat Tanpa Awak yang Masuk ke Wilayahnya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Iran Ingatkan AS Soal Pesawat Tanpa Awak yang Masuk ke Wilayahnya Foto: AFP
Teheran, - Militer Iran mengingatkan akan merespons keras setiap pelanggaran wilayah udara yang dilakukan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan menyusul insiden penyerangan pesawat tak berawak milik AS oleh dua jet tempur Iran pekan lalu.

Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan, dalam insiden itu, jet-jet tempur Iran berhasil mengusir pesawat tanpa awak AS dari wilayah udara Iran.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa pesawat tak berawak AS tersebut telah melanggar kedaulatan Iran dengan masuk ke wilayah udaranya. Namun pemerintah AS menyatakan, pesawat tanpa awak tersebut berada di wilayah internasional dan tengah melakukan misi pengintaian rutin.

"Sebuah pesawat tak berawak milik musuh terbang di Teluk Persia. Pesawat mata-mata itu berada di dalam wilayah udara Iran. Pesawat itu dengan sengaja atau keliru, masuk ke wilayah udara Iran," cetus Jafari seperti dilansir Press TV, Senin (12/11/2012).

"Sistem pertahanan udara Iran dan jet-jet tempur IRGC telah melakukan tugas mereka dan memaksa pesawat itu keluar dari langit Iran. Yang jelas, jika intrusi seperti itu terjadi lagi di masa depan, kami akan melindungi wilayah udara kami," tegasnya.

Menurut Brigjen Amirali Hajizadeh, komandan Divisi Udrara IRGC, saat kejadian tersebut, jet-jet tempur Iran menembakkan tembakan-tembakan peringatan untuk mengusir pesawat tak berawak AS tersebut.

Menurut Hajizadeh, pesawat mata-mata AS itu dalam misi mengumpulkan informasi intelijen tentang minyak dan ekonomi sekitar Pulau Khark di Iran selatan.

Sebelumnya, Pentagon menyampaikan bahwa pesawat tanpa awak AS diserang dua pesawat tempur Iran saat tengah melakukan misi rutin namun rahasia di atas wilayah Teluk Persia, sekitar 16 mil laut dari lepas pantai Iran. Pentagon bersikeras bahwa pesawatnya berada di wilayah udara internasional.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Kamis, 21/05/2015 16:55 WIB
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan radikal dalam pemberantasan illegal fishing. Sejumlah pihak yang merasa dirugikan berusaha mendongkel Susi dari posisi menteri. Ada yang menawarkan Rp 5 triliun agar Susi mundur.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%