detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 17:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 12/11/2012 10:30 WIB

Iran Ingatkan AS Soal Pesawat Tanpa Awak yang Masuk ke Wilayahnya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Teheran, - Militer Iran mengingatkan akan merespons keras setiap pelanggaran wilayah udara yang dilakukan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan menyusul insiden penyerangan pesawat tak berawak milik AS oleh dua jet tempur Iran pekan lalu.

Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan, dalam insiden itu, jet-jet tempur Iran berhasil mengusir pesawat tanpa awak AS dari wilayah udara Iran.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa pesawat tak berawak AS tersebut telah melanggar kedaulatan Iran dengan masuk ke wilayah udaranya. Namun pemerintah AS menyatakan, pesawat tanpa awak tersebut berada di wilayah internasional dan tengah melakukan misi pengintaian rutin.

"Sebuah pesawat tak berawak milik musuh terbang di Teluk Persia. Pesawat mata-mata itu berada di dalam wilayah udara Iran. Pesawat itu dengan sengaja atau keliru, masuk ke wilayah udara Iran," cetus Jafari seperti dilansir Press TV, Senin (12/11/2012).

"Sistem pertahanan udara Iran dan jet-jet tempur IRGC telah melakukan tugas mereka dan memaksa pesawat itu keluar dari langit Iran. Yang jelas, jika intrusi seperti itu terjadi lagi di masa depan, kami akan melindungi wilayah udara kami," tegasnya.

Menurut Brigjen Amirali Hajizadeh, komandan Divisi Udrara IRGC, saat kejadian tersebut, jet-jet tempur Iran menembakkan tembakan-tembakan peringatan untuk mengusir pesawat tak berawak AS tersebut.

Menurut Hajizadeh, pesawat mata-mata AS itu dalam misi mengumpulkan informasi intelijen tentang minyak dan ekonomi sekitar Pulau Khark di Iran selatan.

Sebelumnya, Pentagon menyampaikan bahwa pesawat tanpa awak AS diserang dua pesawat tempur Iran saat tengah melakukan misi rutin namun rahasia di atas wilayah Teluk Persia, sekitar 16 mil laut dari lepas pantai Iran. Pentagon bersikeras bahwa pesawatnya berada di wilayah udara internasional.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%