detikcom
Senin, 12/11/2012 09:40 WIB

Sekretaris MA Nurhadi: Interior Ruang Kantor Saya Rp 300 Jutaan

Andi Saputra - detikNews
Sekretaris MA Nurhadi
Jakarta - Publik masih bertanya-tanya hasil verifikasi KPK terhadap jumlah kekayaan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Namun Nurhadi membantah interior ruang kantor miliknya mencapai Rp 1 miliar seperti diungkapkan Ketua Muda Pidana Khusus MA Djoko Sarwoko.

"Habis Rp 300 jutaanlah," kata pejabat eselon I ini.

Hal ini diungkapkan dalam wawancara khusus dengan Majalah Tempo edisi 12-18 November 2012 yang terbit hari ini, Senin (12/11/2012). Nurhadi telah berkali-kali dihubungi detikcom via HP dan disambangi saat acara Rakernas MA, tetapi menghindar.

Kepada Tempo, Nurhadi mengaku ruangan tersebut dia bangun dengan uang sendiri setelah ia dilantik menjadi Sekretaris MA. Selain ruang kerja, ruang tamu, ruang rapat dan ruang 20 anggota staf ditata dengan interior berbahan kombinasi kulit, kayu dan baja.

Nurhadi juga mengaku yang membiayai pesta perpisahan mantan Ketua MA Harifin Tumpa pada 29 Februari 2012 lalu. Disebut-sebut, pesta perpisahan ini merupakan pesta perpisahan Ketua MA termewah sepanjang sejarah. Atas kemewahan ini, Nurhadi beranggapan Harifin Tumpa seperti orang tua sendiri. "Anak dan orang tua tidak perhitungan," ujar Nurhadi.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%