Detik.com News
Detik.com

Senin, 12/11/2012 03:07 WIB

Cerita Penumpang Bus Pembawa Mahasiswa yang Kecelakaan di Boyolali

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cerita Penumpang Bus Pembawa Mahasiswa yang Kecelakaan di Boyolali Foto: Muchus/detikcom
Jakarta - Sekitar 44 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Katholik (Unika) Sugiyopranoto, Semarang, yang terluka akibat kecelakaan bus di Ampel, Boyolali dibawa ke RS Elisabeth Semarang. Suasana di depan IGD RS Elisabeth pun ramai dipenuhi sanak keluarga yang ingin mengetahui kondisi korban.

Salah satu korban Natasya Celia Raharjo (18) mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Semarang mengalami luka lecet di bagian tangan dan kakinya selain itu luka lebam juga terlihat di tangan kiri Natasya. Sambil menahan sakit lukanya, mahasiswi baru itu menceritakan peristiwa nahas yang baru dialaminya.

Menurut kisah Natasya, sekitar pukul 14.30 WIB, Bus PO Usaha Jaya bernopol K 1538 AC yang mengangkut rombongan mahasiswa baru UNIKA untuk kembali ke Semarang setelah berkemah di Bumi Perkemahan Indraprasta, Desa Candisari, Ampel, Boyolali. Namun saat melintas di ruas jalan Ampel-Pantaran, kendaraan tiba-tiba melaju semakin kencang.

"Saya kira cuma ngebut biasa, tapi ternyata ada yang teriak rem blong dari arah depan," kata Natasya di depan IGD RS Elisabeth Semarang, Minggu (11/11/2012) malam.

Selain mendengar teriakan tersebut, Natasya yang saat itu duduk di bagian tengah bus melihat teman-temannya mulai panik dan menggenggam erat kursi di depannya.

"Saya juga ikut pegangan, sedangkan sopir berusaha ngerem tapi gagal," ujarnya.

Ketika bus melaju kencang di turunan, sopir, Khamdun (41) membanting setir ke kanan sehingga menabrak pagar rumah dan menabrak pohon. Bus tersebut lalu terguling ke kiri dan menyebabkan atap bus terbuka dan bodi bus terbelah dua.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%