detikcom
Minggu, 11/11/2012 14:43 WIB

Gunung Lokon Meletus!

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus. Letusan yang terjadi siang ini menimbulkan kolom abu letusan setinggi 600 meter dari Kawah Tompaluan.

"(abu) Tertiup ke arah utara," ujar Kepala Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menambahkan tidak ada korban dalam letusan ini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/11/12).

Tidak ada korban akibat letusan yang terjadi pada pukul 13:43:56 WITA ini. Suara dentuman terdengar hingga Pos Gunung Lokon/Gunung Mahawu yang berjarak 6 km dari Kawah Tompaluan.

"Izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan salut kepada Kepala BPBD Sulut dan Kepala BPBD Kota Tomohon serta masyarakat di sekitar G Lokon yang senantiasa siaga mengantisipasi ancaman letusan Gunung Lokon, sehingga hingga kini tidak ada korban," tuturnya Surono.

Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan sebelumnya terjadi peningkatan aktivitas Gunung Lokon sejak hari ini pada pukul 00.00-12.00 WITA. Data visual menunjukkan adanya asap dari Kawah Tompaluan yang berwarna putih tipis-sedang, dengan tinggi 25-200 meter.

"Tercatat 30 kali gempa vulkanik dalam, 142 kali gempa vulkanik dangkal, 8 kali gempa hembusan, dan getaran tremor terus menerus dengan amplituda maksimum 2 mm," ulas Sutopo.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar 2,5 km dari Kawah Tompaluan. "BPBD Sulawesi Utara dan BPBD Kota Tomohon berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan antisipasi yang diperlukan. Masyarakat belum perlu mengungsi," jelas Sutopo.

Sutopo mengatakan bahwa hingga kini Gunung Lokon masih status Siaga (level III). Sejak ditetapkan Awas pada 10 Juli (letusan pertama 14 Juli, dan turun Siaga 24 Juli 2011) hingga kini Gunung ini sering meletus dan belum stabil.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
56%
Kontra
44%