detikcom

Sabtu, 10/11/2012 01:09 WIB

Inilah Hasil Pertemuan SBY dengan Para Kepala Negara Sahabat di Bali

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Dua hari ini Presiden SBY melakukan pertemuan bilateral dan trilateral dengan sejumlah kepala negara sahabat peserta Bali Democracy Forum V (BDF). Sejumlah kesepakatan kerjasama tercapai dalam pertemuan yang berlangsung maraton ini.

Presiden SBY memaparkan sejumlah kesepakatan yang tercapai antara Indonesia dengan Korea Selatan, Thailand, Australia, Iran, Afghanistan, Turki, Timor Leste dan Papua Nugini.

Pertemuan pertama dilakukan dengan Korea Selatan yang dihadiri langsung oleh presidennya Lee Myung Bak. Kerjasama diberbagai bidang disepakati terutama dibidang energi dan otomotif.

"Kerjasama memproduksi transportasi yang ramah lingkungan (green cars). Korea memiliki teknologi yang maju dan Indonesia memiliki sejumlah pakar. Kita menandatangi MOU,mengenai kendaraan ramah lingkungan," jelas SBY dalam jumpa pers di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Jumat (9/11/2012).

Pertemuan kedua bersama Thailand yang dihadiri langsung oleh PM Thailand Yingluck Shinawatra. Kesepakatan kerjasama di antara di bidang pertanian, perikanan dan energi.

"Yang penting saat ini ada agenda konkret. Thailand negara maju di bidang agroindustri, perikanan. Mengingat luasnya laut kita dan sumber daya alam kita. Selain itu Juga perdagangan di bidang karet," jelasnya.

Pertemuan ketiga dilakukan dengan Australia yang dihadiri oleh PM Julia Gillard. Kesepakatan kerjasama terjain di bidang ekonomi, pendidikan, pembangunan dan energi.Next

Halaman 1 2 3

Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
79%
Kontra
21%