Jumat, 09/11/2012 18:20 WIB

Pemburu Babi Temukan Mayat Gadis Setengah Bugil di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Pekanbaru - Niatnya akan memasang jerat babi. Tapi pemburu babi di Pekanbaru, Riau malah menemukan sesosok mayat gadis setengah bugil. Dia pun membatalkan niatnya menjerat babi.

Herman (32), pemburu babi itu, menemukan mayat di semak-semak di Desa Rejo Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (9/11/2012) sekitar pukul 11.00 WIB.

Melihat ada jasad di semak-semak, Herman pun membatalkan niatnya memasang jerat babi. Dia segera mendatangi ketua RT setempat.

"Saya tadi rencananya akan pasang jerat babi. Tapi kok disemak-semak saya melihat mayat yang masih mengeluarkan darah segar di kepalanya. Saya langsung lapor ketua RT," kata Herman.

Lantas warga setempat melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Polsek Tenayan Raya terjun ke lokasi. Melihat kedatangan polisi, warga pun mendekat ke lokasi.

Saat ditemukan, korban yang diperkirakan berusia 18 tahun itu tergeletak dengan posisi kepala miring ke kiri. Ia hanya mengenakan celana dalam dan atasan kaos warna biru. Celana jin korban teronggok tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Selain itu, di lokasi kejadian, terdapat helm, batu yang masih bercak darah, kertas tisu penuh darah. Ada dugaan korban juga diperkosa. Identitas korban belum diketahui.

"Kita masih akan mendalami kasus ini. Jenazah akan divisum di RS Polda Riau," kata Kapolsek Tenayan Raya Kompol Darmawi Marpaung.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/try)



Sponsored Link
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%