detikcom
Jumat, 09/11/2012 15:23 WIB

Bentrok Lampung Tengah, Presiden Minta Kepala Daerah Harus Responsif

Mega Putra Ratya - detikNews
Nusa Dua - Bentrokan antara Kampung Kusumadadi dan Kampung Buyut pecah di Lampung Tengah. Presiden SBY meminta agar kepala daerah dan aparat pemerintahan diminta bisa lebih sensitif dan responsif terhadap potensi konflik.

Presiden sendiri mengaku sangat prihatin dengan bentrok yang semakin marak terjadi belakangan ini. Ia berharap jajaran aparat di daerah bisa lebih sensitif dan responsif terhadap potensi konflik.

"Saya minta semua pemda sensitif dan responsif agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," pinta SBY saat jumpa pers di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Jumat (9/11/2012).

Presiden mengatakan, Indonesia adalah negara yang majemuk. Banyakanya etnis memang membuat Indonesia rawan benturan atau konflik kekerasan horisontal. Ia mengingatkan masa kelam konflik saat di Ambon, Sampit dan kota-kota lainnya.

"Negara kita memang kaya dengan kemajukan sekaligus rawan konflik. Semua pemimpin di negeri ini mulai camat, kapolsek, kapolres, dandim, pemuka agama, pemuka adat, jangan lalai, jangan lengah," tegasnya.

Mengenai konflik di Lampung Tengah, presiden sudah memerintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk mengantisipasi bentrokan susulan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%