detikcom
Kamis, 08/11/2012 18:44 WIB

Diego Michiels Dituduh Menganiaya, Gaji Dipotong Rp 500 Ribu/Hari

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Pelatih sepakbola Timnas Indonesia Nil Maizar akan memotong gaji Diego Michiels (22) karena penganiayaan di kelab malam yang dilaporkan ke polisi. Gaji pemain naturilasai asal Belanda itu akan dipotong gaji sebesar Rp 500 ribu.

"Sanksinya adalah uangnya kita potong Rp 500 ribu, ini bagaimana saya berikan sanksi kepada pemain yang langgar aturan," kata Nil Maizar, saat ditemui wartawan di Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Jakarta, Kamis (8/11/2012) petang. Sore ini Diego mengikuti latihan, setelah di pagi hari absen.

Nil tidak menjelaskan pemotongan gaji itu secara rinci. Namun menurut Manajer Timnas Habil Marati, gaji Diego dipotong Rp 500 ribu per hari selama seminggu. Sekadar diketahui, selama latihan persiapan Piala AFF, pemain dibayar Rp 500 ribu/hari.

Terkait dugaan pemukulan yang dilakukan Diego di bar di Senayan City, Nil Maizar tidak mau berkomentar panjang. Dia mengakui Diego semalam memang keluar dari mess, tetapi tidak diketahui tujuannya.

"Dia memang mengakui kalau keluar malam," katanya.

Dia mengatakan, sanksi pemotongan gaji sebesar Rp 500 ribu jangan dilihat dari segi jumlahnya. "Jangan dilihat uangnya, ini bukan masalah uang, tapi ini sanksi buat pemain yang langgar aturan," paparnya.

Nil Maizar memastikan, kejadian yang menimpa Diego tidak memberikan efek bagi persiapan timnas untuk menyambut Piala AFF. "Tidak pengaruh ke tim," komentarnya singkat.

Peristiwa dugaan pemukulan yang dilakukan Diego ini, menurut Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto, terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.30 WIB. Diego dan rekan-rekannya tengah minum di bar Domain di Senayan City.

Saat itu, terjadilah senggolan antara Diego dengan rekan MEF Paripurna. Keributan pun pecah. Paripurna yang mencoba melerai malah kena bogem mentah Diego.

"Korban dirawat di rumah sakit. Tapi kita masih menunggu laporan dari korban," tuturnya. Polisi menetapkan rekan Paripurna, Chalid dan Angga, sebagai saksi.

(rvk/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel