detikcom
Kamis, 08/11/2012 12:41 WIB

Spanduk Capres ARB Bertebaran di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Ketum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) atau Ical direncanakan akan bertemu kadernya di Riau. Pihak DPD Golkar Riau membantah bila kunjungan ini curi start kampanye menjadi Capres. Semua sah-sah saja.

Bendera partai Golkar, Kamis (8/11/2012) kini berkibar di sepanjang jalan protokol di Pekanbaru. Selain bendera lambang pohon beringin warna kuning itu, juga terpajang umbul-umbul foto Ical yang bertuliskan Capres.

Umbul-umbul pencapresan ini terpajang dari kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II sampai ke pusat kota Pekanbaru. Umbul-umbul Capres ini seakan menimbulkan kesan, Golkar sudah mulai melakukan kampanye Pilpres yang masih 2 tahun ke depan.

Direncanakan, Ketum Golkar ini besok, Jumat (9/11/2012) akan berkunjung ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terpaut 250 km arah utara dari Pekanbaru. ARB sendiri saat ini berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dalam perjalanan safari politik.

Pengurus DPD Golkar Riau, membantah bila kedatangan ARB ke Riau sebagai bentuk kampanye terselubung. Menurut pengurus DPD Golkar Riau, Suparman saat dikonfirmasi detikcom mengatakan, kedatangan Ketum Golkar dalam rangka peresmian Kantor DPD Golkar Kabupaten Rohil, di kota Bagansiapiapi.

"Saya rasa ini bukan curi start kampanye sebagai Capres. Tapi hal ini merupakan agenda Golkar menemui kadernya di sejumlah daerah. Jadi bukan kampenye Capres," kata Suparman.

Anggota DPRD Riau Fraksi Golkar ini menyebutkan, selain meresmikan Kantor DPD Golkar Rohil, Ketum Golkar juga akan bertemu masyarakat dari nelayan, petani dan tentunya bertemu dengan seluruh anggota dewan dari fraksi Golkar di Riau.

"Rencananya besok baru Ketum Golkar mengunjungi Rohil. Selesai dari sana, nanti akan mampir sebentar di Pekanbaru untuk bertemua seluruh anggota dewan dari fraksi Golkar se Riau," kata Suparman.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%