Rabu, 07/11/2012 06:50 WIB

Hari Ini Dahlan Setor Nama Lain Diduga Pemeras Direksi BUMN

Ferdinan - detikNews
Dahlan Iskan
Jakarta - Sesuai permintaan Badan Kehormatan (BK) DPR, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan menyerahkan nama anggota dewan yang diduga terlibat dalam upaya pemerasan direksi perusahaan BUMN.

"Berdasarkan kesepakatan dengan BK, beliau hanya mengirim surat untuk menginformasikan nama anggota dewan yang belum disebutkan. Surat akan dikirim hari ini," kata Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi saat dihubungi, Rabu (7/11/2012).

Faisal meluruskan informasi yang menyebut Dahlan berinisiatif melaporkan dugaan pemerasan kepada BK DPR. Menurutnya, Dahlan hanya memenuhi undangan BK untuk memberikan nama anggota dewan yang diduga terlibat.

"Laporan bukan inisiatif Pak Dahlan tapi karena beliau menghormati DPR dalam hal ini BK, maka beliau datang memenuhi undangan," tuturnya.

Anggota BK, Usman Jafar sebelumnya menyebut Sumaryoto dan Idris Laena (Golkar) adalah dua orang yang dilaporkan Dahlan. Sumaryoto, berdasarkan pengakuan Dahlan yang diungkap Usman, diduga memeras PT Merpati. Sedangkan Idris diduga memeras PT PAL dan BUMN yang mengatur penjualan garam.

Namun berdasarkan keterangan Dahlan yang dikutip Usman, permintaan upeti dari anggota DPR kepada PT Merpati, PT PAL dan PT Garam ditolak oleh ketiga direksi perusahaan itu.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/riz)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
0%
Kontra
100%